Belajar dari Rumah juga Berlaku untuk Madrasah

by -

METROPOLITAN – Direk­tur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, mengimbau semua lembaga pendidikan Islam mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah dae­rah (pemda) dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Kemenag telah menyampaikan edaran ter­kait hal ini kepada Kanwil Kemenag Provinsi, Kanke­menag Kabupaten/Kota dan Kepala Madrasah.

”Pelaksanaan Kegiatan Be­lajar Mengajar (KBM) dan kegiatan ujian di madrasah dan pondok pesantren harus menyesuaikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat,” katanya. Kamarud­din menyampaikan, pemerin­tah DKI Jakarta dan sejumlah daerah sudah ambil kebijakan menutup kegiatan belajar di sekolah. Lembaga Pendidikan Islam juga menyesuaikan, termasuk untuk daerah Jabo­detabek.

Mengantisipasi kebutuhan siswa madrasah selama penutupan belajar di kelas, Ditjen Pendis meminta Kan­wil Kemenag dan Kenkemenag memerintahkan kepala dan guru madrasah menyiapkan bahan belajar bagi siswa. Se­bab, kegiatan belajar siswa sejatinya tetap berjalan, tapi berpindah ke rumah masing-masing.

”Kemenag dalam waktu de­kat akan menggelar Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasio­nal (UAMBN) berbasis kom­puter, untuk daerah yang aktivitas pendidikan di seko­lahnya sudah ditutup akan ujian secara khusus setelah masa liburan berakhir,” ujar­nya.

Kamaruddin menyampaikan, Ujian Nasional (UN) akan mengikuti kebijakan Kemen­terian Pendidikan dan Kebu­dayaan jika jadwalnya berte­patan dengan kebijakan dae­rah menutup aktivitas belajar di sekolah. Bagi madrasah dan pondok pesantren yang ber­basis asrama, ma’had atau pondok pesantren, Kemenag minta membatasi aktivitas siswa dan santri di luar as­rama. Jika memungkinkan orang tua/wali santri tidak menjenguk terlebih dulu.

Madrasah berbasis asrama dan pesantren diminta mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran Co­vid-19. Caranya dengan mela­kukan edukasi kepada siswa/santri agar melakukan cuci tangan pakai sabun, mem­bersihkan lingkungan asrama, menggulung karpet masjid, musala dan mengikuti proto­kol yang ditetapkan pemerin­tah.

”Madrasah dan pesantren harus menyiapkan hand sa­nitizer dan memastikan orang yang keluar-masuk asrama atau kompleks terbebas dari corona dengan melakukan pemeriksaan temperatur,” jelasnya.

Lembaga Pendidikan Islam juga diminta mengintensifkan koordinasi dengan puskesmas atau fasilitas kesehatan lain­nya. Itu penting untuk pen­cegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.

”Apabila ada siswa, santri, guru dan lainnya yang men­galami gejala virus Covid-19 agar berkoordinasi dengan puskesmas atau fasilitas kese­hatan lainnya,” pungkasnya. (re/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *