Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah, Mudah dan Praktis

by -

METROPOLITAN – Angka kasus virus corona di Indonesia terus bertambah.

Di sisi lain, dampak wabah corona membuat ketersediaan hand sanitizer atau pembersih tangan di pasaran semakin langka.

Anda bisa membuat hand sanitizer atau pembersih tangan di rumah secara mandiri.

Cara ini tergolong mudah, bahan untuk membuat hand sanitizer dapat ditemukan di setiap toko obat atau toko kelontong lainnya.

Bahan-bahan untuk membuat hand sanitizer

Berikut bahan yang dibutuhkan untuk membuat hand sanitizer di rumah, dikutip dari Oregonlive.com, Minggu (15/3/2020):

– 2/3 gelas Isopropil alkohol 91 persen (alkohol gosok).

– 1/3 cangkir gel lidah buaya.

– Minyak atsiri (opsional), bisa disesuaikan dengan aroma kesukaan.

– Mangkuk pengaduk kecil atau sedang.

– Sendok.

– Wadah kosong, bisa gunakan wadah sabun cair.

– Selotip, untuk membuat label.

Langkah pembuatan

Jika Anda telah menyiapkan seluruh bahan, berikut langkah pembuatannya:

1. Siapkan mangkuk dan sendok.

2. Campurkan alkohol Isopropyl dan gel lidah buaya.

3. Aduk hingga tercampur rata.

4. Setelah tercampur rata, tambahkan 8 hingga 10 tetes minyak esensial.

5. Aduk kembali.

6. Setelah tercampur rata, masukkan gel hand sanitizer buatan Anda ke dalam botol yang telah disiapkan.

7. Beri penanda atau label pada botol yang digunakan dengan penamaan hand sanitizer.

Hand sanitizer dipercaya dapat membunuh kuman dan bakteri karena mengandung minimal 60 persen alkohol.

Direktur medis untuk Oregon Poison Center di Oregon Health & Science University, Robert Hendrickson, mengatakan pembersih tangan buatan rumah efektif jika dibuat secara benar.

Ia menyebut mencuci menggunakan sabun dan air lebih dianjurkan dalam banyak kasus.

Selanjutnya Hendrickson memperingatkan, hand sanitizer buatan sendiri ini tidak boleh diminum dan harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Hendrickson menambahkan penggunaan hand sanitizer harus dihentikan jika tangan mengalami iritasi.

Mengutip Business Insider, Minggu, gejala pertama virus Corona tidak pasti datang setelah seseorang terinfreksi.

Seorang ahli epidemiologi di University of Texas di Austin, Lauren Ancel Meyers menjelaskan pasien bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih.

Begitu gejala muncul, mereka bisa mirip dengan pneumonia.

Sementara itu, sebuah studi terhadap hampir 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan mengidentifikasi pola khas gejala yang terkait dengan COVID-19.

Sekitar 99% pasien mengalami suhu tinggi, sementara lebih dari setengahnya mengalami kelelahan dan batuk kering.

Sekitar sepertiga juga mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Berikut gejala umum yang berkembang di antara pasien tipikal dari hari ke hari yang dikutip dari Business Insider:

– Hari 1: Pasien demam.

Mungkin juga mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Sebagian kecil mungkin mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

– Hari 5: Pasien mungkin mengalami kesulitan bernafas.

Terutama jika mereka lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

– Hari 7: Ini adalah berapa lama, rata-rata, sebelum pasien dirawat di rumah sakit, menurut penelitian Universitas Wuhan.

– Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (15 persen, menurut CDC China) mengembangkan sindrom gangguan pernapasan akut, penyakit yang terjadi ketika cairan memenuhi paru-paru.

ARDS sering kali berakibat fatal.

– Hari 10: Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, mereka kemungkinan besar dirawat di ICU.

Pasien-pasien ini mungkin memiliki lebih banyak sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.

Hanya sebagian kecil yang meninggal dunia.

– Hari 17: Rata-rata, orang yang sembuh dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah 2 1/2 minggu.

Dikutip dari laman kemenkes.go.id, berikut cara pencegahan virus corona:

– Sering mecuci tangan dengan sabun.

– Gunakan masker bila sedang batuk atau pilek.

– Konsumsi gizi seimbang, dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

– Hati-hati saat kontak dengan hewan.

– Rajin olahraga dan istirahat cukup.

– Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak.

– Bila batuk, pilek, dan sesal nafas segera datang ke fasilitas kesehatan.

1. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.

2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda.

3. Tetap berada di dalam rumah saat sedang sakit.

4. Tutupi mulut saat batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah.

5. Bersihkan benda dan permukaan yang sering disentuh menggunakan semprotan pembersih rumah.

6. CDC tidak merekomendasikan memakai masker wajah untuk melindungi diri dari penyakit pernapasan, termasuk COVID-19.

– Masker wajah harus digunakan oleh orang yang terkena gejala COVID-19 untuk membantu mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

– Penggunaan masker wajah juga penting untuk petugas kesehatan dan orang yang merawat pasien di rumah atau di tempat perawatan kesehatan.

7. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik.

– Terutama setelah pergi ke kamar mandi, sebelum makan, dan setelah batuk, atau bersin.

– Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol dengan setidaknya 60% alkohol.

– Selalu cuci tangan dengan sabun dan air jika tangan tampak kotor.

Sumber : https://www.tribunnews.com/corona/2020/03/16/cara-membuat-hand-sanitizer-sendiri-di-rumah-mudah-dan-praktis?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *