Derita Istri di Balik Kesuksesan Suami (2)

by -

METROPOLITAN – tetap meyakinkan akan selalu mendukungku apa-pun hasilnya.Akhirnya aku menjadi kepala desa, beban tang-gungjawab sebagai sosok yang dituakan di desa, mau tidak mau mem-pengaruhi cara bersikapku.

Awalnya suami enjoy saja, tapi lama kelamaan semua seperti sirna dan menjadi derita bagi kami.Karena kesibukan masing-masing kami jarang ber-temu dan bercanda ber-sama.

Bahkan untuk melaks-anakan kewajiban sebagai suami istripun terabaikan. Waktu bagaikan uang hing-ga sayang untuk disia-sia-kan.

Hidup kami sungguh sangat menderita. Banyak godaan yang datang untuk sekedar mencari pelam-piasan, sesama kades tentu mempunyai jaringan dan kepentingan yang luas.

Perasaan tidak bahagia dengan suami memang menyesakkan di dada, tapi untuk mengkhianati-nya perlu pemikiran seribu kali. Alhamdulilah sampe detik ini aku masih bisa menjaga kesucian diri se-bagai seorang istri.

Kedua anak kami tumbuh dengan kasih sayang yang timpang, mereka jarang bertemu dengan kedua orangtuanya secara bersamaan.

Aku mu-lai merasa tidak bahagia dengan keadaan ini.Secara ekonomi kami me-mang tercukupi, tapi ro-hani ini sering menangis. Derita istri dibalik kesuk-sesan suami membuat ru-mah tetap meyakinkan akan selalu mendukungku apapun hasilnya.

Akhirnya aku menjadi ke-pala desa, beban tanggung-jawab sebagai sosok yang dituakan di desa, mau tidak mau mempengaruhi cara bersikapku.

Awalnya suami enjoy saja, tapi lama ke-lamaan semua seperti sirna dan menjadi derita bagi kami.Karena kesibukan masing-masing kami jarang bertemu dan bercanda bersama.

Bahkan untuk melaksanakan kewajiban sebagai suami istripun terabaikan. Waktu bagaikan uang hingga sayang untuk disia-siakan.

Hidup kami sungguh sangat men-derita. Banyak godaan yang datang untuk sekedar men-cari pelampiasan, sesama kades tentu mempunyai jaringan dan kepentingan yang luas.

Perasaan tidak bahagia dengan suami memang menyesakkan di dada, tapi untuk mengkhianatinya perlu pemikiran seribu kali. Alhamdulilah sampe detik ini aku masih bisa menjaga kesucian diri se-bagai seorang istri.

Kedua anak kami tumbuh dengan kasih sayang yang timpang, mereka jarang bertemu dengan kedua orangtuanya secara bersamaan.

Aku mu-lai merasa tidak bahagia dengan keadaan ini.Secara ekonomi kami me-mang tercukupi, tapi ro-hani ini sering menangis. Derita istri dibalik kesuksesan suami membuat rumah tangga kami diambang kehancuran. Penyesalan (Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *