Dewan Bakal Panggil Manajemen Persikabo Soal Duit Judi

by -

METROPOLITAN – Slogan ‘Bogor Tegar Beriman’ milik Kabupaten Bogor yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman rupanya dicoreng sendiri oleh tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor, PS Tira-Persikabo yang belakangan berubah nama menjadi Persikabo 1973, lantaran menggandeng situs judi online SBOTOP sebagai sponsor utama.

Alhasil, manajemen disebut lebih rela menggaji pemain, pelatih hingga staf dari ‘duit haram’, ketimbang mencari keberkahan dengan menggandeng sponsor lain.

Hal itu pun mendapat respon dari Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim, yang mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan tim berjuluk Laskar Pajajaran itu masih menggunakan sponsor yang berkaitan langsung dengan perjudian, yang jelas-jelas melanggar aturan dan norma agama.

Bahkan mejeng besar-besar di jersey yang digunakan saat tim asuhan pelatih Igor Khryusenko itu bermain di dua laga perdana Liga 1 musim 2020. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengakui sudah berkomunikasi dengan Bupati Bogor Ade Yasin terkait hal itu.

“Iklan judi di baju Persikabo, ternyata masih lanjut terus. Padahal saya komunikasi dengan ibu bupati, beliau juga keberatan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, penggunaan iklan yang berhubungan dengan perjudian, rokok dan alkohol secara aturan juga sudah melanggar. Apalagi secara agama, yang jelas-jelas dilarang dan diharamkan. Kaitan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kata dia, juga secara semboyan bertentangan dengan slogan Bogor Tegar Beriman dan bertentangan dengan salah satu program Pancakarsa, yakni Bogor Berkeadaban.

“Itu juga sudah tidak sejalan. Sudah pasti jadi preseden buruk kedepan, juga tidak mendidik bagi generasi dan juga dunia olahraga Kabupaten Bogor,” tukas Agus.

Selain itu, ia juga mendorong Komisi IV agar segera memanggil manajemen Persikabo 1973, untuk memberikan penjelasan dan segera mengganti sponsor yang berkaitan dengan hal-hal yang dilarang secara aturan dan agama.

“Kami dorong agar komisi IV, agar segera memanggil manajemen Persikabo secepatnya. Sebagai bentuk tanggung jawab kita di DPRD, mewakili rakyat Kabupaten Bogor yang religius, yang tentu tidak rela dan tidak rida hal itu berlanjut,” tegasnya.

Apalagi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sendiri sudah mengeluarkan larangan klub peserta Liga 1 musim 2020 untuk menjalin kerjasama dengan produk yang berkaitan langsung dengan rokok, minuman beralkohol dan situs perjudian. Melalui surat bernomor 103/LIB/II/2020 per 25 Februari 2020, meskipun tidak menyertakan secara langsung sanksi atau denda bagi tim yang ngeyel.

Namun nyatanya pada dua laga perdana Liga 1 musim 2020 sponsor utama itu pun masih mejeng di jersey kebanggaan Persikabo.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Persikabo 1973 Rhendie Arindra menjelaskan, terkait aturan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal aturan sponsorship, pihaknya masih melakukan pembahasan secara internal terlebih dahulu, sebelum memutuskan sponsorship Laskar Pajajaran kedepan dalam musim 2020 ini. Apalagi, selain Persikabo 1973, masih ada tim-tim lain yang mengenakan iklan kontroversial pada Liga 1 musim 2020 ini.

“Intinya masih dibahas internal ya,” singkatnya.

Penggunaan sponsor situs judi yang mejeng di jersey yang dikenakan Munadi cs itu juga mengundang reaksi banyak pihak, salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji. Ia mengakui sudah mengetahui terkait hal ini dari berbagai sumber, bahwa tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor menggunkan situs judi sebagai sponsor demi membiayai kebutuhan tim dalam mengarungi musim 2020.

Mukri Aji mengatakan, jika ingin mendapatkan keberkahan, kemajuan dan kesuksesan di berbagai aspek kehidupan, kita harus menghindari diri dari bentuk dan model transaksi yang mengandung unsur perjudian.

“Yang jelas-jelas sudah dilarang dan diharamkan oleh Allah SWT. Karena judi atau maisir itu menjadi penghalang atas segala aktifitas yang dilakukan, bakal jauh dari rida Allah. Padahal Kalau kita ingin mendapatkan nilai keberkahan, kemajuan dan kesuksesan, kita mesti menghindari dari bentuk dan model transaksi yang mengandung unsur perjudian yang dilarang dan diharamkan oleh Allah SWT,” katanya.

Menurutnya, sumber pendapatan yang didapatkan dari sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, maka keberkahan pun akan hilang. Ketika pendapatan klub, misalnya, diperoleh dari cara yang diharamkan, maka pendapatan untuk pemain, pelatih, staf hingga yang lain dalam manajemen pun menjadi tidak berkah.

“Konklusi pemahamannya seperti itu ya. Sumbernya saja dari yang diharamkan,” paparnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *