Dewan Minta Produk UMKM Warga Puncak Diakomodir Pusat Oleh-oleh

by -

METROPOLITAN.id – Di sepanjang jalur Puncak Bogor, ada beberapa titik rest area dan pusat penganan serta oleh-oleh. Namun, ada beberapa rest area dan oleh-oleh justru tidak membuat produk khas Bogor menjadi ‘raja’ di rumah sendiri. Banyak hasil kerajinan hingga penganan lokal yang sulit masuk ke pusat oleh-oleh.

Kondisi tersebut terungkap saat reses Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Cecep Gogom di Vila 27 Kampung Poncol, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, belum lama ini. Ada warga yang mengeluhkan sulitnya UMKM mereka masuk ke pusat oleh-oleh.

Menanggapi keluhan tersebut, Cecep Gogom mengaku akan memantau kondisi tersebut. Masukan dari masyarakat akan ditindaklanjuti hingga ke Jawa Barat.

“Kita coba nanti mengiventarisasi masalah sampai jadi resume. Nanti kami akan perjuangkan,” kata Cecep Gogom.

Menurutnya, banyak UMKM warga yang seharusnya bisa masuk ke rest area dan pusat oleh-oleh. Hasil UMKM warga juga diakuinya memiliki kualitas dan layak disajikan untuk menguatkan ekonomi warga lokal.

“Warga puncak punya dodol, punya produk lainnya juga, banyak. Kami ingin UMKM warga ini juga diakomodir,” tegasnya.

Reses Cecep Gogom di Ciawi menjadi pembuka Reses ke-II Tahun Sidang 2019-2020. Rencananya, ada delapan lokasi di berbagai daerah yang akan disambanginya untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Aspirasi tersebut bakal diinventarisasi untuk menjadi catatan yang akan dibawa ke Jawa Barat sebagai bahan perbaikan ke depannya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *