Disabilitas Rungu Keluhkan Informasi Terkait Covid-19

by -

METROPOLITAN – Komunitas Disabilitas Rungu, atau masyarakat yang mengalami gangguan pendengaran, surati Presiden Joko Widodo atas sikap pemerintah yang dinilai mengabaikan masyarakat berkebutuhan khusus.

Dalam surat terbuka, tentang menyikapi pengabaian negara terhadap hak memperoleh informasi bagi disabilitas, masyarakat dengan keterbatasan pendengaran ini mengeluhkan tidak adanya juru bicara khusus rungu, selama penyampaian informasi kepada publik selama ini soal covid-19.

Perwakilan Disabilitas Rungu Bagja Prawira mengatakan, secara umum selama ini pemerintah hampir lupa dengan nasib masyarakat penyandang disabilitas. Pasalnya selama ini sosialisasi yang dilakukan pemerintah hampir sebagian besar tanpa melibat juru bicara khusus bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

“Pada setiap konferensi pers yang dilakukan pemerintah bersama awak media, tidak menyediakan akses juru bahasa isyarat dan teks bahasa. Padahal perlindungan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sudah diatur dalam undang-undang. Baik tentang akses informasi di undang-undang dasar 1945, maupun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dirinya berharap agar pemerintah lebih memikirkan kembali, nasib disabilitas yang ada di tanah air. Khusunya soal penyampaian informasi kepada masyarakat penyandang disabilitas.

“Kami berharap pemerintah lebih mempedulikan kami untuk kedepannya. Khusunya dalam penyajian informasi mengenai wabah ini,” tutupnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *