Disperindag Pelototi Bahan Pokok

by -

METROPOLITAN – Mengantisipasi kelangkaan bahan pangan di sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan, Dinas Perindustrian dan Per­dagangan (Disperindag) Kota Bogor bakal mengawasi secara ketat.

Kepala Disperindag Kota Bogor, Ganjar Gunawan, men­gatakan, pasca ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19, pihaknya akan memastikan stok pangan aman bagi ma­syarakat. Itu lantaran kepani­kan masyarakat akan wabah Covid-19 yang membuat warga berbondong-bondong membeli stok pangan untuk beberapa hari ke depan.

”Dalam waktu dekat, kita akan cek gudang dan distributor sembako untuk melihat dari dekat situa­sinya seperti apa,” katanya.­

Tak hanya itu, Disperindag Kota Bogor juga akan mela­kukan operasi pasar dengan jajaran Badan Urusan Logis­tik (Bulog) jika diperlukan. ”Kita sedang kaji kemungkinan ke depannya. Bisa juga kita lakukan operasi pasar dengan Bulog. Tapi, ini masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan tim lapangan, terhitung Selasa (24/3) ketersediaan bahan pokok masih aman. Bahkan, sejumlah harga masih normal. ”Kesimpulannya terpantau aman dan harga masih normal. Tapi, ini akan kita awasi terus,” bebernya.

Terpisah, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ), Muzakir, mengatakan, kon­disi harga di sejumlah pasar tradisional terbilang normal. Meski beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga.

”Yang naik itu cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih. Empat itu mengalami kenaikan harga Rp2.000 hingga Rp8.000 per kilogram,” tuturnya.

Ia menilai kenaikan harga itu terjadi lantaran tingginya permintaan pasar tidak diba­rengi ketersediaannya. ”Ka­rena pengaruh banyak per­mintaan. Sedangkan pengi­riman mengalami keterlam­batan dan lain-lainnya,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *