Ditelepon Menteri Bappenas, Bupati Minta Ini…

by -

METROPOLITAN – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih berkutat dengan beberapa Pekerjan Rumah (PR) yang belum selesai. Diantaranya persoalan Jalur Tambang dan Jalan Puncak II atau Poros Timur-Tengah (PTT).

Permasalahan pembangunan Jalan Tambang, selain dengan pembangunan, benturan aturan dengan Kabupaten Tangerang pun jadi soal. Sedangkan Jalan Puncak II tengah diupayakan untuk disokong bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang perlu dana sekitar Rp1,2 triliun.

Alhasil, Bupati Bogor Ade Yasin pun putar otak demi bisa mendapatkan alternatif penganggaran dua proyek strategis itu, termasuk pada Bordeline Economic Summit (BES).

Ia mengaku beberapa waktu lalu sempat ditelepon oleh  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, yang menanyakan kaitan program apa yang bisa dimasukan dalam program nasional.

Wanita berkacamata itu pun tak ragu untuk meminta pemerintah pusat untuk memprioritaskan dua program, yakni Jalur Puncak II dan Jalan Tambang.

“Beliau nanya yang mana yang mau didahulukan. Dari sekian banyak program, kan nggak mungkin dibawa semua. Mana yang ingin didahulukan, ya saya minta Jalur Puncak II dan Jalan Tambang. Dua saja,” katanya kepada pewarta, kemarin.

Ia berharap, kedua program itu bisa segera di-acc pemerintah pusat. Meskipun, hal itu masih tergantung keputusan dari kementrian yang saat ini sedang menyusun LKP.

“Kita usulkan itu dua saja. Kan beliau lagi disusun LKP. Mau dimasukan dulu, ya mudah-mudahan masik lah oleh pusat. Memang setuju tidaknya ya belum tentu. Tapi sudah kita masukan ke Bappenas,” jelasnya.

Bila tidak dua program tersebut yang diterima Bappenas, kata dia, setidaknya ada satu program yang nyangkut. Ia menyadari, banyak program yang secara hasrat ingin dibantu oleh pemerintah pusat.

Namun AY, sapaan karibnya pun realisitis, dengan hanya mengusulkan dua program ambisius itu masuk di rencana Bappenas.

“Minimal satu masuk lah,” tegas AY.

Selain itu, demi menyicil pembangunan Jalur Puncak II, ia sudah menganggarkan dana sekitar Rp5 miliar untuk program kerjasama dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), agar bisa merampungkan pembukaan jalan di jalur alternatif menuju Cianjur itu.

Sehingga, jika usulan banprov Jabar Rp1,2 triliun tidak direstui Pemprov Jabar, AY mengupayakan kerjasama dengan TNI itu.

“Kalau di-acc ya syukur, kalau nggak sedikit buka jalan dengan TMMD,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Jalur Tambang, pihaknya sudah meminta kerjasama dengan Perhutani untuk menggunakan lahan 10 hektar demi membangun kantong parkir untuk truk tambang.

Untuk menyesuaikan dengan aturan di Tangerang sehingga tidak ada penumpukan kendaraan dan membuat macet jalur perbatasan itu.

“Itu juga sudah kita usulkan. Bukan rest area sih, tapi lebih ke kantong parkir lah,” pungkas AY. (ryn/b/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *