Gara-gara Corona, Ramai-ramai Batalkan Pesanan Hotel

by -

METROPOLITAN.id – Usai dua warga Indonesia dinyatakan positif corona, okupansi hotel di kawasan Puncak ikut mengalami imbas. Banyak pengunjung yang membatalkan pesanan secara tiba-tiba ke pihak hotel.

Kondisi tersebut diungkapkan salah satu pengelola hotel di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Yusuf. Menurutnya, pembatalan pesanan mulai terjadi hari ini, Rabu (4/3).

“Benar (banyak pembatalan, red). Ini sedang kita bahas. Banyak yang dicancel,” kata Yusuf kepada Metropolitan.id, Rabu (4/3) sore.

Di hotelnya sendiri, sudah ada tiga instansi yang membatalkan menginap. Mereka mengaku terpaksa membatalkan pesanan lantaran khawatir penyebaran virus corona.

“Seperti di hotel saya hari ini, sudah ada tiga grup yang cancel. Lumayan banyak karena mereka biasanya pakai per kelompok,” terangnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tak hanya terjadi di hotelnya. Beberapa hotel lain mengalami hal serupa. Para pelanggan memilih membatalkan pesanan sampai ada kepastian dari atasan mereka.

Yusuf sempat menunjukan isi percakapan di grup WhatsApp marketing hotel kawasan Puncak kepada Metropolitan.id. Benar saja, banyak yang melaporkan pembatalan pesanan untuk beberapa hari ke depan.

“Memang benar sudah ada beberapa hotel yang dicancel, bahkan ada yg sampai keseluruhan dicancel.
Alasannya mereka takut terjadi penyebaran virus corona,” ungkap Yusuf.

Padahal, ia menegaskan, kawasan Puncka Bogor aman dari virus corona. Dirinya meminta para pelanggan percaya dan pemerintah mencarikan solusi atas persoalan ini.

“Jadi kebanyakan pada takut. Padahal kami sudah berkali-kali menyampaikan bahwa di Puncak aman. Kondisi ini jelas merugikan. Sudah fix booking, sudah DP juga tapi tiba-tiba dicancel. Otomatis rating hotel turun, imbasnya ke karyawan,” terangnya.

Yusuf menjelaskan, pembatalan biasanya dilakukan oleh pengunjung yang berkelompok. Seperti perusahaan, instansi pemerintah hingga komunitas-komunitas.

“Yang cancel banyakan grup, dari corporate, instansi hingga komunitas. Jadi sangat terasa,” tandas Yusuf. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *