Hidupku antara Cinta dan Dosa

by -

METROPOLITAN – mendengar suara mbakku yang menangis dan meminta maaf berkali-kali. Dan sejak itulah aku putus hubungan dengannya, nomor yang dia berikan tidak aktif lagi.

Kadang sembunyisembunyi aku meneleponnya dari nomor lain sekedar ingin mendengar suaranya, aku rindu tapi takut suaminya.

Tetapi nomornya sudah tidak pernah aktif lagi. Aku betulbetul merasa sangat kehilangan. Sekitar satu bulan dari kejadian malam itu, aku tak menyangka mendapat telepon darinya, dia meminta maaf padaku dan mengucapkan kata perpisahan.

Sungguh aku betul-betul jatuh cinta kepadanya dan tidak sanggup mendengar ucapan itu. Aku menangis, diapun menangis.

Kehilangan dirinya membuat hidupku pincang, aku jadi tidak bersemangat, kemanapun aku pergi aku selalu berharap bertemu dengannya di tempat itu, tetapi membayangkan dia sedang bersama suaminya membuatku lunglai, lemas. (cer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *