Ini Ruas Jalan yang Akan Ditutup Jika Locdown Kota Bogor Diterapkan

by -

METROPOLITAN.id – Wacana menerapkan kebijakan karantina wilayah atau local lockdown di Kota Bogor terus dikaji. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bahkan telah menyiapkan dua opsi lock down.

Opsi pertama adalah Karantina Kewilayahan Terbatas atau Local Lockdown Pusat Kota. Sementara opsi kedua yakni Karantina Seluruh Wilayah Kota Bogor atau Full Local Lockdown.

Jika diterapkan, dua opsi tersebut sama-sama berdampak pada rekayasa lalu lintas. Kemungkinan besar sejumlah ruas jalan akan ditutup atau disekat dari aktifitas lalu lalang kendaraan.

Untuk opsi pertama yakni local lockdown pusat kota, scenario yang kemungkinan dilakukan adalah dengan melakukan penyekatan arus di lima lokas simpang menuju pusat Kota Bogor.

1. Simpang Baranangsiang menuju Tugu Kujang atau SSA.
2. Simpang Empang menuju BTM atau SSA.
3. Simpang Jembatan Merah dari Jalan Merdeka menuju Jalan Kampten Muslihat.
4. Simpang Air Mancur menuju Jalan Jenderal Sudirman atau SSA.
5. Simpang Pangrango menuju SSA.

Untuk menerapkan opsi ini, dibutuhkan pembatas berupa water barrier sebanyak 65 buah, rambu portable dilarang masuk lima buah dan sedikitnya 27 personel.

Sementara untuk opsi kedua yakni full local lockdown, akan ada sembilan ruas jalan menuju Kota Bogor yang bakal disekat.

1. Simpang Baranangsiang menuju Tugu Kujang atau SSA
2. Simpang Empang menuju BTM atau SSA
3. Simpang Gunungbatu menuju Jalan Veteran
4. Simpang RSUD menuju Semeru atau SSA
5. Simpang Airmancur menuju Sudirman atau SSA
6. Simpang BOOR menuju Warung Jambu atau SSA
7. Simpang Marwan dari arah Pangrango atau SSA
8. Simpang Ekalokasari menuju Baranangsiang atau SSA
9. U-Turn Polsek Bogor Timur menuju Baranangsiang atau SSA)

Jika menerapkan opsi ini, setidaknya dibutuhkan 130 pembatas berupa water barrier, sembilan rambu larangan masuk dan 52 personel.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, pihaknya diperintahkan membuat gambaran umum perencanaan rekayasa lalu lintas di tengan pandemic corona. Opsi tersebut menjadi gambaran jika Kota Bogor benar-benar menerapkan kebijakan lockdown.

“Itu perencanaan dari Dishub karena diperintahkan membuat kontijensi plan jika terjadi kebijakan lockdown. Karena pimpinan melihat Kota Bogor dimungkinkan lockdown, tapi keputusan akhir ada di pimpinan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim telah membahas wacana persiapan lockdown dengan menggelar pertemuan bersama Bupati Bogor Ade Yasin di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Minggu (29/3).

Menurut Dedie, kebijakan lokal lockdown yang akan diambil oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor masih tergantung pada status DKI Jakarta.

Sebab berdasarkan hasil analisia, DKI Jakarta sampai saat ini masih menjadi episentrum penyebaran virus corona karena tingkat mobilitas yang tinggi.

“Jadi tidak ada artinya kalau kami menerapkan lockdown tapi DKI tidak melakukan pembatasan yang signifikan,” kata Dedie usai rapat bersama Bupati Bogor Ade Yasin di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Minggu (29/3).

Senada, Bupati Bogor Ade Yasin menganggap penerapan local lockdown di Jakarta sangat penting. Dirinya berharap Pemerintah DKI Jakarta mau bersinergi untuk menerapkan lockdown secara bersama-sama agar lebih efektif dan efisien.

Meski demikian, ia mengaku penerapan kebijakan local lockdown di Kabupaten Bogor tidaklah mudah. Sebab, Kabupaten Bogor memiliki pintu masuk yang jumlahnya sangat banyak.

“Makanya lockdown Jakarta itu penting. Jadi kami harap Jakarta segera lockdown biar semua bersama-sama” tandas Ade Yasin. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *