Jamin Kenyamanan Pelanggan

by -

Langkah antisipatif penyebaran virus corona terus digencarkan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Senin (23/3), seluruh area di lingkungan kantor pusat Jalan Siliwangi 121 itu disemprot cairan disinfektan.

DUA petugas Dinkes Kota Bogor pukul 13:00 WIB, tiba di kantor Tirta Pakuan mem­bawa dua unit mist blower dan puluhan liter cairan disin­fektan. Mereka didampingi petugas dari Departemen Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) Tirta Pakuan menyemprotkan seluruh ruangan, termasuk area Masjid Nurul Maai dan hubungan pelanggan yang paling banyak dikunjungi orang setiap hari.

Manajer Humas dan Pe­layanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Sonny Hendarwan, menga­takan, penyemprotan cairan disinfektan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Bogor Bima Arya melalui Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

”Penyemprotan ini untuk memastikan tidak adanya virus Covid-19, sehingga pe­langgan yang ingin mengu­rusi keperluan administrasi maupun pegawai yang ber­tugas di area kantor akan merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Sebelumnya, Tirta Pakuan telah memberlakukan pem­batasan jam operasional layanan serta mengarahkan pelanggan membayar tagihan­nya secara online untuk me­minimalisasi penyebaran Covid-19.

Pembatasan jumlah peng­unjung di area pelayanan pelanggan sudah ditempuh. Termasuk memberlakukan sistem physical distancing, yakni layanan tanpa tatap muka antara petugas dan pe­langgan.

”Kami mohon maaf, bukan berarti Tirta Pakuan ingin membatasi diri dengan pe­langgan. Tapi ini untuk anti­sipasi agar penyebaran virus corona tidak menyebar di lingkungan Tirta Pakuan,” ujar mantan kepala Bagian Keuangan PDAM Kota Bogor itu.

Satu unit tenda di area par­kir pelanggan sudah terpasang sejak pekan lalu dan akan terus terpasang hingga Jumat (27/3).

”Awalnya sempat kami cabut kemarin, tapi Senin pagi ter­nyata masih banyak pelanggan yang datang. Padahal sudah kami informasikan agar mem­bayar tagihan via online dan komunikasi dengan petugas Call Center. Akhirnya kami pasang lagi pada Senin siang,” kata pria yang pernah men­jabat Manajer Satuan Penga­was Intern (SPI) Tirta Pakuan itu.

Selain itu, Tirta Pakuan juga telah memberlakukan meka­nisme kerja Work From Home (WFH) kepada sebagian besar pekerjanya. Area kantor pusat pun menjadi area terbatas. Setiap orang yang masuk akan melalui pemeriksaan kese­hatan terutama suhu tubuh. Hal ini sebagai bentuk kese­riusan Tirta Pakuan dalam pencegahan penyebaran CO­VID-19.

Selain itu, hand sanitizer dan area cuci tangan telah dipasang di beberapa sudut kantor dengan harapan agar peker­ja selalu menjaga kebersihan dirinya. (*/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *