Kemendikbud Ajak Mahasiwa Kedokteran Lawan Covid-19

by -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengundang mahasiswa tingkat akhir di fakultas-fakultas bidang kesehatan untuk menjadi relawan yang secara sukarela turut berperan mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Para relawan akan fokus untuk melakukan edukasi, pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19

 MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim me­nyatakan keterlibatan para relawan adalah bagian dari upaya gotong royong dan gerakan masyarakat secara sukarela untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Kita dalam situasi yang belum pernah dialami sebelumnya dan membutuhkan upaya sekuat tenaga untuk me­nangani situasi ini,” kata Na­diem dalam keterangan pres rilisnya.

”Kami paham betul bahwa risiko terkait hal ini cukup besar, namun upaya ini tida­klah akan berhasil tanpa dukungan seluruh masyara­kat, terutama bagi generasi muda yang memiliki talenta-talenta yang tepat. Tidak ada paksaan. Ini adalah gerakan sukarela. Negara membutu­hkan pahlawan-pahlawan medis yang berjuang ber­sama demi masyarakat,” sam­bungnya.

Mendikbud menegaskan, para relawan tidak serta merta langsung menangani pasien, melainkan akan mem­bantu program-program komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat, melayani call center serta menyiapkan diri sebagai te­naga bantuan dalam kon­disi darurat sesuai kompe­tensi dan kewenangannya.

“Kepada mahasiswa yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan ini akan di­berikan pelatihan dan pen­dampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insentif dari Kemendikbud dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat yang da­pat disesuaikan oleh univer­sitas masing-masing untuk menjadi bagian dari peni­laian kinerja dalam program Co-As atau sebagai satuan kredit semester,” terang Na­diem.

Kemendikbud telah me­minta bantuan Rektor/Direk­tur Politeknik Kesehatan un­tuk mendorong Dekan Fakul­tas Kedokteran/Keperawatan/Ilmu Kesehatan Masyarakat mensosialisasikan inisiatif ini kepada mahasiswa tingkat akhir/Co-Asssistant (Co-As) untuk secara sukarela bergo­tong royong sebagai relawan kemanusiaan guna mendu­kung pencegahan meluasnya covid-19. Saat ini, proses ko­ordinasi dengan berbagai pimpinan perguruan tinggi terus dilakukan. Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, berha­rap inisiatif yang digagas ter­sebut mampu meningkatkan kompetensi dan membentuk jiwa kemanusiaan yang kuat bagi para mahasiswa, khus­usnya para calon dokter dan tenaga medis. “Kami beker­jasama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indo­nesia (ISMKI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedok­teran Indonesia (AIPKI) be­kerja sama untuk menggerak­kan para mahasiswa kedok­teran yang ingin terlibat dan mendukung upaya pemerin­tah untuk menjadi relawan memerangi Covid-19,” kata Nizam.(*/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *