KUA Cijeruk Tolak Puluhan Calon Pasutri di Bawah Umur

by -

METROPOLITAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Cijeruk, Kabupaten Bogor, menolak pengajuan nikah puluhan calon pasangan suami istri (pasutri) di wilayahnya tahun ini.

Penolakan dilakukan berda­sarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perni­kahan. ”Ditolak karena yang bersangkutan (calon pasutri) masih di bawah umur,” terang Kepala KUA Cijeruk, Andi Mulyana, kemarin.

Berdasarkan aturan tersebut, batas usia perkawinan mak­simal usia 19 tahun. Karena itu, peraturan ini harus dipa­tuhi semua calon pengantin dan ini tidak bisa direkayasa. Dengan sistem on line semua data calon pengantin akan terbaca di-server kabupaten atau pusat. ”Kami akan me­nolak apabila ada pasangan di bawah usia 19 tahun untuk menikah, apa pun alasannya. Dengan adanya peraturan ini, banyak pasangan di bawah usia 19 tahun yang menunda pernikahan,” ujarnya. ”Kami tidak mau ambil risiko. Semua itu harus dipatuhi. Kalau pun adanya usia di bawah 19 namun kategori ’kecelakaan’, tetap harus ada dispensasi dari PA Cibinong. Mau nggak mau harus diurus dulu agar bisa dinikahkan secara resmi. Ka­lau nggak kami tetap tolak,” sambungnya.

Atas kebijakan ini, tambah dia, banyak keluarga pasangan calon pengantin yang menun­da pernikahan anaknya sam­pai batas umur yang diizin­kan. Biasanya Maulid, Haji dan Rajab banyak yang me­nikah, kini jumlahnya berku­rang. ”Lebih dari seratus yang mendaftar, namun yang kami izinkan hanya 48 calon. Ka­rena masalah umur tadi,” ujarnya.(nto/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *