Lima ODP, Satu Bayi, Satu Lagi Lansia

by -

METROPOLITAN – Petugas Puskesmas Gunungsindur mendatangi rumah warga di Tamansari Bukit Damai, Blok B, Desa Padurenan, kemarin. Kedatangan tim medis ini untuk menyikapi dan men­indaklanjuti laporan yang masuk ke hotline Puskesmas Gunungsindur mengenai anti­sipasi Covid-19. Petugas mela­kukan langkah surveilans dan pemeriksaan.

Kepala Puskesmas Gunungs­indur, dokter Unang Wahyudin, menjelaskan, dari pengum­pulan keterangan dan hasil survei yang didapatnya, ada anggota keluarga mereka yang tinggal di Jombang Ciputat saat ini menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Tangerang. ”Jadi, anggota keluarganya ada yang PDP, belum positif corona,” ujar Unang.

Karena ada pengakuan per­nah bertemu orang yang ber­status PDP tersebut, maka Puskesmas Gunungsindur fokus pada penanganan dan pemeriksaaan anggota kelu­arganya. Hasilnya, ada lima anggota keluarga yang ter­diri dari satu bayi, tiga de­wasa dan satu lansia di rumah tersebut. ”Tapi, kondisi kelima orang itu tidak sedang demam, batuk atau sesak. Kami sim­pulkan kelima orang ini men­jadi Orang Dalam Pantauan (ODP),” ungkapnya.

Selanjutnya, petugas mengambil tindakan dengan menganjurkan agar kelima orang itu melakukan karan­tina mandiri di rumah sampai 14 hari ke depan. ”Kami dan Dinas Kesehatan akan terus memantau kondisi kesehatan­nya. Apabila terjadi gangguan kesehatan seperti demam, batuk dan sesak nafas, maka akan dirujuk ke RS,” katanya.

Unang juga mengimbau warga sekitar bersikap tenang dan tidak gelisah, tetap ting­gal di rumah, menghindari keramaian dan gunakan pus­kesmas jika gawat darurat saja. ”Tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun, ketika batuk dijaga dengan masker,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Alam Suharlan, bersama Kades Padurenan M. Yusuf langsung memban­tu menyampaikan upaya pengawasan dan pencegahan corona. (sir/c/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *