Miris! Tak Ada APD, Jas Hujan pun Jadi

by -

METROPOLITAN – Petugas medis merupakan garda ter­depan dalam penanganan penyebaran virus Covid-19.

Sayangnya, petugas medis itu tidak dilengkapi Alat Pe­lindung Diri (APD) oleh pe­merintah. Seperti yang ter­jadi di Puskesmas Leuwiliang, karena tidak adanya pasokan APD, mereka terpaksa meng­gunakan jas hujan plastik saat melayani masyarakat.

”Kami harus safety, tapi APD seadanya, tidak ada baju pe­rangkat pelindung yang se­suai standar.

Akhirnya menggunakan jas hujan agar tidak kontak ku­lit percikan segala macam,” terang petugas Puskesmas Leuwiliang, Atih Djuarsih.

Sejauh ini, Atih mengakui bantuan APD dan masker dari Dinas Kesehatan (Din­kes) Kabupaten Bogor masih terbatas. Atas arahan dari rumah sakit, tenaga medis di puskesmas disarankan menggunakan jas hujan se­bagai pengganti APD.

”Kalau masker, kami dapat bantuan dari bupati, kemu­dian sarung tangan kita ma­sih ada stok.

Tapi kalau pakaian kita tidak ada,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa memenuhi APD tenaga medis. Sebab, petugas medis merupakan garda terdepan dan paling rentan terpapar virus Covid-19.

”Melihat kondisi itu sudah seharusnya tenaga medis terjamin keamanannya agar tidak tertular pasien,” imbuh­nya.

Untuk menekan penyeba­ran Covid-19, petugas Pus­kesmas Leuwiliang menga­dakan skrining pemeriksaan di pintu masuk ruangan.

”Pasien yang datang diukur suhu tubuhnya dan diberikan hand sanitizer.

Jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dengan kelu­han flu, batuk disertai demam, maka oleh petugas akan pi­sahkan di ruangan yang su­dah disediakan,” ujarnya. (ads/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *