Pasang Alat Deteksi, Cari Penyebab 664 Rumah Rusak di Pamijahan

by -

Badan Geologi Bandung melakukan kunjungan ke Kampung Cisalada, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kemarin. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meneliti penyebab gempa yang mengakibatkan 664 rumah warga di tujuh desa se-Kecamatan Pamijahan rusak

PENELITIAN gempa dila­kukan dengan memasang alat deteksi perekam getaran ber­nama Seismometer. Di mana alat itu diletakkan di bawah permukaan tanah di Kampung Cisalada, Desa Purwabakti.

”Setelah terekam dan dia­nalisa baru bisa diketahui sekuat apa gempa itu. Sebab, kondisi bebatuan di permu­kaan bisa memengaruhi ke­kuatan gempa dan bisa mem­perlemah getaran gempa,” terang Kepala Tim Tanggap Darurat Gempa Bumi Suka­bumi, Nia Kurnia Praja.

Menurutnya, ada tiga faktor kenapa gempa bisa terjadi di Kecamatan Pamijahan. Per­tama, jarak dengan pusat gempa. Kedua, kualitas bangu­nan dan ketiga kondisi beba­tuan tersebut.

“Untuk di Kecamatan Pa­mijahan bisa jadi karena de­kat dengan pusat gempa atau disebabkan lempengan sesar Citarik. Tapi, itu baru bisa diketahui setelah hasil pene­litian,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat Pamijahan tidak panik atau takut gempa su­sulan, meski bencana berulang sifatnya. ”Intinya, dari hasil penelitian akan menjadi da­sar membantu pemerintah. Apakah warga di daerah itu perlu direlokasi atau tidak?” katanya.

Sekadar diketahui, akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa (10/3), sebanyak 71 jiwa di Kampung Cisalada, Desa Purwabakti, masih ber­tahan di lokasi pengungsian. Mereka memilih tidak pulang ke rumah dan bertahan di tenda, karena khawatir gem­pa susulan.(ads/c/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *