Pejabat Dinkes Kota Bogor Meninggal Usai Dirawat di Ruang Isolasi, Masuk Klaster Corona Turki

by -

METROPOLITAN.id – Kabar duka meyelimuti Kota Bogor. Salah satu pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor tutup usia usai menjalani isolasi pasien corona di RSUD Kota Bogor.

Informasi yang dihimpun, almarhum meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIB di ICU RSUD Kota Bogor, Jumat (27/3). Almarhum dikabarkan dirawat di ruang isolasi sejak 22 Maret 2020.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, almarhum masuk dalam Klaster Turki.

“Betul. Cluster Turki,” singkat Dedie saat dikonfirmasi, Jumat (27/3) malam.

Artinya, almarhum masuk dalam kluster Wali Kota Bogor Bima Arya yang telah lebih dulu dinyatakan positif corona usai pulang dari Turki dan Azerbaijan.

Sebelumnya, data menunjukan kasus positif corona di Kota Bogor mengalami penambahan. Per hari ini, Jumat (27/3) pukul 14.00 WIB, ada tambahan satu orang yang positif di Kota Bogor.

Total, sudah sembilan orang positif corona. Delapan di antaranya masih dalam pengawasan rumah sakit. Sementara satu lainnya meninggal dunia.

Tak hanya itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia ikut bertambah. Per hari ini, ada tambahan dua PDP yang meninggal.

“Total PDP 37, selesai penanganan enam, dalam pengawasan rumah sakit 24. Meninggal tujuh orang, saat ini masih menunggu hasil lab swab dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalam rilis yang diterima Metropolitan.id, Jumat (27/3).

Untuk katagori orang dalam pemantauan, jumlahnya juga mengalami kenaikan menjadi 589 orang. 45 di antaranya selesai penanganan dan 544 lainnya dalam pemantauan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *