Pimpinan DPRD Bogor Cek Kesiapan RSUD Hadapi Corona, Ini Catatannya

by -

METROPOLITAN.id – Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor terus melakukan pengecekan di sejumlah RSUD. Langkah ini dilakukan untuk memastikan rumah sakit pemerintah tersebut siap menghadapi virus corona yang semakin meluas.

Pengecekan hari ini, Selasa (24/3) dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, M Romli di RSUD Leuwiliang. Di sana, politisi PPP ini duduk bareng para petinggi RSUD dan pemangku kebijakan terkait.

Menurut Romli, pada prinsipnya RSUD Leuwiliang terus menyiapkan diri menghadapi pandemi corona. Hal pertama yang dipastikan adalah kesiapan tenaga medis.

“Pada prinsipnya RSUD Leuwiliang sudah siap dengan kesiapan dokternya. Karena yang paling penting itu kesiapan tenaga medis. Seperti ahli patologi ada, ahli paru, semua sudah disiapkan,” kata Romli, Selasa (24/3).

Selanjutnya, untuk kesiapan ruangan isolasi, Romli mengaku masih ada kekurangan. RSUD Leuwiliang baru memiliki satu kamar ruang isolasi yang terdiri dari 2 tempat tidur. Saat ini, RSUD sedang melakukan pembangunan penambahan ruang isolasi yang pengerjaannya dipastikan bisa selesai kurang dari satu bulan.

“Ruang isolasinya memang sedang dalam pengerjaan, kira-kira dua minggu atau satu bulan paling lambat selesai. Penambahannya sekitar 19 ruang isolasi, jadi total nanti ada sekitar 26 ruang isolasi. Tadi juga saya cek betul pengerjaannya agar cepat selesai. Peralatan juga sudah mulai masuk,” terangnya.

Selain itu, Romli mengecek kesiapan peralatan di RSUD Leuwiliang. Dirinya meminta RSUD berkoordinasi dengan pemda untuk mengusulkan kebutuhan peralatan. Termasuk memastikan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis mencukupi. Sebab, pemda telah menganggarkan Rp80 miliar untuk penanganan corona.

“Terkait peralatan ini memang harus didukung pemda. Sekarang sambil jalan, memang masih kekurangan seperti APD. Uangnya ada untuk beli, tetapi barangnya belum ada. Jadi kita sudah koordinasi dengan Dinkes agar ini cepat teratasi. Karena semua tenaga medisnya butuh APD itu untuk menjamin mereka tidak terpapar,” ungkap Romli.

Selain itu, ada sejumlah catatan untuk antisipasi corona ke depannya. Pertama soal rapid tes atau tes massal corona. RSUD harus memprioritaskan orang dalam resiko (ODR) seperti tenaga medis, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan lingkar dalam positif corona.

“Harus didahulukan untuk mereka yang prioritas. Alat rapid tesnya kemungkinan baru akan sampai sore ini, jadi besok sudah bisa mulai tesnya,” ujar Romli.

Selanjutnya, Romli meminta RSUD aktif melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi ke masyarakat terkait virus corona. Langkah ini juga harus dibantu semua elemen masyarakat agar sosialisasi semakin massif.

Terkahir, ia meminta RSUD membangun komunikasi yang sinergis dengan muspika, puskesmas hingga pemerintah desa. Hal ini dilakukan agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat. Sehingga, tidak ada info yang simpang siur dan meresahkan warga.

“Makanya tingkat akurasi informasinya harus benar-benar valid. Puskesmas, muspika, pemerintah desa dan rumah sakit koordinasinya harus betul-betul sinergis agar data yang disajikan sama dan valid. Sehingga masyaraat tidak resah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengaku pengecekan dilakukan di semua RSUD Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk sinergitas Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani pandemi corona.

“Kita sepakat sinergi untuk bersama-sama melawan corona. Kita ingin semua sudah dalam keadaan siap sehingga masyarakat tidak resah,” ujar Rudy. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *