Proyek Ramayana Rusak Taman Grand Residence Parung

by -

METROPOLITAN – Pengu­rus paguyuban warga Peru­mahan Grand Residence Parung, Dedi Apriyanto (40), menuding pelaksana proyek perluasan bangunan Ramaya­na Departement Store tidak punya iktikad baik. Hingga saat ini pihak Ramayana eng­gan berdiskusi dan musya­warah atas berbagai keluhan warga.

”Mereka tidak ada iktikad baik untuk musyawarah dan mufakat atas keluhan kami sebagai warga yang dirugikan,” ungkap pria yang akrab dis­apa Om Ndut ini.

Menurutnya, pelaksana proyek hanya datang untuk merapikan puing-puing tanah di area taman dan lokasi jalan yang diklaim milik warga. Padahal, warga berharap ada tanggung jawab pihak proyek untuk duduk bersama warga mencari kata sepakat. Jika pelaksana proyek membutu­hkan saluran air dan akses jalan, warga pasti arahkan. ”Warga juga minta tanggung jawab mereka soal kerusakan taman. Tapi sampai sekarang tidak ada iktikad baik dari mereka,” katanya.

Terkait temuan adanya per­geseran bangunan dari gam­bar siteplan awal yang dila­kukan PT JI, Kepala UPT wi­layah II Ciawi DPKPP, Ricky R Mulyadi, menegaskan, pi­haknya segera menerbitkan Surat Peringatan (SP) 1 agar dilakukan perubahan siteplan. ”Dari Berita Acara Penin­jauan Lapangan (BAPL) yang telah dibuat akan kami ter­bitkan SP 1 terkait hal tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Ke­tentraman dan Ketertiban Kecamatan Parung, Endang Darmawan, mengaku sudah berkoordinasi dengan UPT dan pihak lainnya.

”Secara izin dan formal se­mua sudah ada, termasuk izin warga. Polemik yang saat ini muncul, mungkin dengan internal warga terkait efek pembangunan,” pungkasnya. (sir/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *