Rela Tahan Haus dan Lapar selama 12 Jam

by -

Media sosial dibuat geger atas perjuangan seorang perawat Covid-19 di Indonesia. Sebab, pahlawan pemberantas wabah pandemi virus corona itu rela menahan haus dan lapar hingga 12 jam lamanya. Bahkan, ia harus menahan buang air kecil hanya demi merawat pasien terinfeksi virus asal Wuhan, China, tersebut.

KISAH itu dibagikan pengguna Twitter dengan akun @Angela602. Ia mengunggah foto seorang tenaga medis mengguna­kan hazardous materials (hazmat) dan bertuliskan “Aji Umi: aku haus tapi gak berani minum”.memegang secarik kertas

Dalam unggahan itu, tampak foto perawat yang memakai baju hazmat lengkap dengan masker, kacamata dan sarung tangan. Tidak ada satu inci pun permukaan kulitnya yang terbuka. Seluruh tubuhnya tertutup.

Ia mengungkapkan bahwa perawat tidak bisa gampang makan, minum atau buang air kecil setelah memakai baju tersebut. ”Perawat ke­tika sudah pakai baju ini, tidak minum, tidak makan, tidak buang air kecil selama 8 jam. Ada yang sampai 12 jam,” cuit @Angela602.

Ia menjelaskan bahwa har­ga baju dekontaminasi se­perti ini tidak murah. Perse­diaannya saat ini juga terba­tas, mengingat wabah Covid-19 sedang melanda.

”Kalau dibuka, baju tidak bisa dipakai lagi dan segera disimpan di kantung infeksi­us. Harganya Rp500 ribu. Jumlahnya kini jadi langka karena kebutuhan makin ba­nyak,” ucapnya.

Ia menambahkan, ”Mohon bantuan masyarakat untuk menaati anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah se­lama 14 hari guna memutus rantai hidup virus corona. Mohon kesadarannya”.

Unggahan @Angela602 ini telah mendapatkan 36.000 retweets dan 57.000 likes dari warganet pada Rabu (25/3). Warganet yang berko­mentar di sana juga mengajak orang-orang untuk tetap ting­gal di rumah guna memper­lambat penularan Covid-19.

”Astaghfirullah. Gak kebayang penderitaannya, come on guys. Ambil sikap patuhi imbauan social distancing, jangan sam­pai baru sadar setelah virus masuk di rumah kalian, kita punya masa depan yang cerah setelah sukses hadapi setiap kesulitan, lihatlah wajah-wa­jah lugu anak cucumu!” kom­entar dari @Muhamdani84.

”Nanti di saat semua ini te­lah terlewati, sebgai guru aku akan bercerita pada murid muridku, saat endemi ganas ini menyerang, pahlawan se­benarnya adalah mereka para tenaga medis di negara khatulistiwa yang terbukti abai pemerintahnya. Doa kami, surga bagi kalian. Amiin,” tu­lis @baidhawi_.

”Tetap semangat di garda terdepan. Kami berdoa se­moga di berikan yang terbaik. Walau yang jadi duta corona malah bukan Anda,” tulis @Arkom79151229. (sua/rez/run)

1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *