Rumah Tanggaku Bagaikan Neraka (6)

by -

METROPOLITAN – Seumur kami menikah, dia memang suka main tangan tetapi baru kali itu dia memukulku sampai membekas di daerah mata, luka hatiku yang ditinggal pergi waktu itu saja masih membekas.

ditambah lagi pukulan yang dia lakukan secara sadar hanya karena masalah sepele yang dia buat sendiri.

dendam hanya dendam dan sakit hati yang saya rasakan setiap kali melihat suamiku, sampai akhirnya batas kesabaranku habis juga.

Di usia pernikahanku yang menginjak tahun ke 4, saya yang lemah dan terinjak, akhirnya kalap dan berontak dengan keadaan yang saya alami.

Lalu saya putuskan membuka hati dengan teman kantorku. Usia kami tak jauh berbeda, dan dia tergolong pria tampan dan pendiam di kantorku, sebut saja namanya M.

Entah apa yang ada di kepalaku saat itu, saya berani melakukannya. Dia sangat berbeda jauh dengan suamiku, kebekuan dalam rumah tanggaku serasa terobati seketika karenanya. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *