Selain Wajib Pakai Masker, Bima Arya Batasi Kegiatan di Luar

by -
SIMULASI: Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengecek kesiapan RSUD Kota Bogor menghadapi wabah corona.

METROPOLITAN – Pasca melawat ke Azerbaijan dalam agenda kunjungan kerja, Wali Kota Bogor Bima Arya bersama sang istri Yane Ardian dipastikan akan dilakukan pengawasan selama 14 hari.

Hal itu untuk memastikan dirinya tidak terpapar Virus Covid-19. Terlebih Azerbaijan merupakan negara tetangga Iran yang jumlah pengidap virus Corona cukup tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan protokoler pemeriksaan yang akan dilakukan kepada Bima Arya dan istrinya.

Setibanya Bima Arya di Kota Bogor pada Minggu (15/3). Orang nomor satu di Kota Bogor itu akan dipantau kondisinya oleh tim ahli selama 14 hari kedepan.

“Berhubung pak wali baru berkunjung dari negara Turkey dan Azerbaijan yang sudah terpapar covid-19 menurut WHO maka dinkes/ surveilans akan memantau kondisi bapak selama 14 hari. Dipantau kondisi kesehatan bapak, apakah ada demam lebih 38 drajat celsius,  batuk, pilek, sesak nafas dan pemantauan ini akan dilakukan setiap hari,”kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Selain itu, Dinkes juga akan menyarankan Bima Arya dan istri untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi kegiatan diluar rumah. Tak hanya itu, bahkan berdasarkan tahapan pedoman kesiapsiagaan Covid-19 yang dikeluarkan oleh WHO Bima Arya juga diwajibkan mengenakan masker untuk mencegah pencemaran.

“Sebenarnya dalam pedoman kesiapsiagaan covid yangg diterbitkan Kemenkes, pemantauan bisa dilakukan per telepon oleh petugas kesehatan. Namun idealnya petugas akan melakukan kunjungan rumah secara berkala,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Metropolitan, saat ini Bima Arya sedang melaksanakan pertemuan dengan pimpinan Azerbaijan Service and Assesment Network (ASAN Xidnet) terkait rencana kerjasama Mall Pelayanan Publik di Kota Baku, Republik Azerbaijan.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor menjelaskan, dirinya sudah empat hari berada di Azerbaijan dan rencanaya akan pulang pada Senin pekan depan. Bima juga mengaku bersedia dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pasti (siap diperiksa, red), semuanya tanpa terkecuali,” kata Bima.

Meski Turki sudah mengumumkan kasus pertama corona, Bima mengaku tak khawatir tertular virus tersebut.

“Sejauh ini baru satu kasus corona di Turki. Pemerintah Turki bergerak cepat diawali membatasi akses dari negara terjangkit. Di bandara pun kita diperiksa ketat,” ungkapnya. (dil/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *