Sensus Online Kabupaten Bogor Baru 5,5 Persen

by -

METROPOLITAN – Tahun ini pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan sensus penduduk dan memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan pengisian data mandiri secara online melalui website resmi BPS.

Namun kesadaran warga untuk mengisi sensus online ini rupanya masih rendah, termasuk Kabupaten Bogor. Hingga awal pekan kedua Maret 2020, progres data Sensus Penduduk Online yang masuk BPS Kabupaten Bogor baru 5,5 persen. Penyelesaian input data sensus penduduk online sendiri ditarget beres hingga 31 Maret nanti.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik pada BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani.

“Progress Sensus Penduduk Online baru di kisaran 5,5 persen untuk Kabupaten Bogor. Tapi kan masih ada waktu sampai 31 Maret,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menambahkan, dari jumlah 5,5 persen itu, ada beberapa daerah yang jumlah input data warga yang sudah melakukan sensus penduduk secara online, yang persentasenya sudah mencapai dua digit. Diantaranya Kecamatan Cibinong, Citeureup, Jasinga, Cigudeg dan Sukamakmur.

“Itu Total kabupaten (Bogor). Persentase yang agak lumayan sampe dua digit adalah (kecamatan) Jasinga, Cibinong, Citeureup, Sukamakmur dan Cigudeg. Persentase yang sudah mengisi sensus online,” tukasnya.

Pihaknya mengaku cukup kaget lantaran wilayah yang ada di perbatasan dan secara jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan atau pusat kota, justru lebih cepat jumlah yang sudah mengisi sensus secara online ini. Apalagi, di beberapa daerah masih banyak warga dengan keterbatasan wawasan teknologi informasi.

“Untuk yang rada gaptek (gagap teknologi, red), isi sensus online-nya bisa kita lakukan pendampingan pengisiannya. Jemput bola gitu,” imbuhnya.

Termasuk upaya dari BPS untuk ‘door to door’, untuk warga yang belum melakukan isi sensus online. Namun,kata dia, hal itu baru dilakukan setelah waktu sensus online selesai pada 31 Maret mendatang. Untuk saat ini, sambung Ujang, BPS melakukan jemput bola lewat beberapa program, diantaranya Ngibar (Ngisi Bareng) di perumahan-perumahan, acara arisan, acara karang taruna, acara rapat dan lainnya.

“Bahkan di acara dinas-dinas juga kita masuk, atau perusahaan-perusahaan. Supaya menggenjot angka isi sensus online mandiri lebih banyak,” paparnya.

Kabupaten Bogor sendiri pada 2020 diperkirakan sebagai kabupaten dengan penduduk terbanyak di Indonesia, dengan perkiraan jumlah penduduk menembus angka enam juta jiwa. “Kami perkirakan 2020 penduduk Kabupaten Bogor akan tembus enam juta jiwa,” ujarnya

Ia menyebutkan, angka terakhir jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada 2019 yaitu sebanyak 5.965.410 jiwa dengan rincian laki-laki 3.045.174 jiwa dan perempuan 2.920.236 jiwa. Jumlah tersebut lebih banyak dua persen dibandingkan 2018, yakni sebanyak 5.840.907 jiwa. Sehingga tren pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor ada di kisaran dua persen.

“Itu lah yang mendasari perkiraan jumlah penduduk Kabupaten Bogor mencapai angka enam juta jiwa pada 2020,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menuturkan, selain memiliki jumlah penduduk yang banyak, Kabupaten Bogor juga memiliki wilayah yang luas. Sehingga kondisi tersebut membutuhkan strategi percepatan pembangunan yang serius, serta tenaga dan pemikiran yang ekstra.

“Untuk itu, membangun Kabupaten Bogor bukan hanya tugas Pemerintah Kabupaten Bogor semata, namun itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia juga meminta perusahaan swasta di Kabupaten Bogor terlibat dalam membangun infrastruktur di Kabupaten Bogor melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). “Saya berharap adanya kontribusi bersama dari perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bogor,” tuntas AY. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *