Stadion Pakansari Tunggu Kedatangan FIFA

by -
TINJAU: Ketua PSSI Mochamad Iriawan (tengah) didampingi Bupati Bogor Ade Yasin dan Sekjen PSSI Ratu Tisha (kanan) saat meninjau lapangan calon venue Piala Dunia U-20 di Stadion Pakansari, kemarin.

METROPOLITAN – Terpilih sebagai salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mematangkan berbagai persiapan.

Hal itu terkuak dalam inspeksi Bupati Bogor Ade Yasin bersama jajaran Persatuan Sepakbola Seluruh Indoensia (PSSI) ke Stadion Pakansari, dan beberapa lokasi tempat latihan yang menjadi syarat bagi venue utama, kemarin (3/3).

Bupati Bogor, Ade Yasin pun percaya diri dan merasa Stadion Pakansari siap sebagai salah satu tuan rumah even dua tahunan itu. Kesiapan dimatangkan sebelum kedatangan Federasi Sepakbola Tertinggi Dunia FIFA internasional, 11 Maret nanti.

“Kita siap untuk jadi venue world cup dan siap membenahi semuanya. Termasuk kesiapan lima lapangan pendukung untuk latihan peserta. Jadi seluruhnya ada di kawasan Pakansari, Cibinong. Di kompleks Pakansari saja ada empat lapangan dan satu di Stadion Mini Persikabo,” katanya selepas peninjauan.

Tak cuma itu, soal aksesibilitas pun ditinjau, seperti misalnya keberadaan rumah sakit, yang jaraknya tak terlalu jauh dari kawasan Pakansari.

AY, sapaan karibnya, bersama Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan sempat mengetes uji jalan dari kawasan stadion menuju rumah sakit terdekat. Termasuk pengecekan kantor instansi vertikal yang semua terpusat di Cibinong.

“Semoga ini jadi daya tarik dan menjadi pertimbangan untuk menentukan Stadion Pakansari menjadi venue. Secara keseluruhan, APBD kita anggarkan sekitar Rp300 miliar, tidak hanya untuk renovasi stadion tapi juga infrastruktur lain, seperti akses dari Tol Sirkuit Sentul. Lalu penambahan lapangan, kemarin PUPR pusat sudah datang dan kemungkinan dibangunkan dua lapangan latihan,” urainya.

Meski begitu, ada beberapa catatan yang harus dikerjakan Pemkab Bogor, terutama pada venue utama Stadion Pakansari. Seperti ruang ganti harus diperbaiki, lalu fasilitas lain yang harus standar internasional.

“Seperti jacuzzi dan dipersiapkan pendukung lain seperti toilet dan ruang media, pelatih dan sebagainya. Ini memang ada di rencana kita untuk perbaikan,” tukasnya.

Politisi PPP itu juga mengaku masih harap-harap cemas menanti kepastian menjadi tuan rumah even sepakbola junior itu.

Sebab, keputusan menunggu kedatangan FIFA. PSSI pun hanya melakukan peninjauan, selain di Stadion Pakansari, tapi juga di lima stadion lain yang diproyeksikan jadi venue utama piala Dunia U-20.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengakui tidak garansi Stadion Pakansari bakal pasti jadi salah satu tuan rumah. Kepastian baru bisa didapat setelah FIFA melakukan peninjauan terhadap 10 stadion yang diajukan PSSI untuk jadi venue.

“Mereka (FIFA, red) datang sekitar tanggal 10 Maret dan segera menentukan 10 stadian yang diajukan untuk dipilih enam diantaranya sebagai venue pertandingan,” katanya.

Mantan Kapolda Jabar itu menambahkan, ketika FIFA cepat menentukan venue pertandingan, maka perbaikan sarana dan prasarana bisa dilakukan lebih cepat.

Mislanya memperbaiki stadion utama, penyediaan lapangan latihan, hitung-hitungan jarak dari penginapan pemain ke lokasi latihan serta venue pertandingan.

“Lebih cepat FIFA datang, akan bisa lebih cepat kita perbaiki. Semua stadion yang kita ajukan masih berpeluang jadi penyelenggara. Kalau sudah ditentukan, Insha Allah Februari 2021 sudah siap semua,” tuntas Iwan Bule. (ryn/b/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *