Sudah Sebar Undangan dan Pasang Tenda, Gagal Hajatan Gara-gara Corona

by -

METROPOLITAN.id – Di tengah pandemi virus corona yang terus meluas, pemerintah mengeluarkan kebijakan soal larangan berkumpul atau berkerumun.

Rupanya, larangan tersebut belum sepenuhnya bisa berjalan. Di Kota Bogor, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bogor Timur terpaksa melarang hajatan atau resepsi pernikahan warga di Kelurahan Katulampa yang rencananya digelar hari ini, Minggu (29/3).

Kapolsek Bogor Timur AKP Wagiman menceritakan, awalnya, pihaknya mendapat laporan dari warga soal adanya resepsi pernikahan.

Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi yang akan diadakakan hajatan, Sabtu (28/3). Dirinya lantas duduk bareng keluarga yang akan menggelar resepsi dengan menyarankan menunda terlebih dulu karena virus corona kian meluas.

Keluarga pengantin sempat bersikukuh untuk tetap menggelar resepsi. Alasannya, surat undangan sudah disebar sejak jauh hari dan tenda serta pelaminan sudah berdiri.

“Yang bersangkutan tidak mau dan ingin tetap melaksankan resepsi karena undangan sudah disebar. Kami bersama Muspika langsung meninjau lokasi dan berbicara baik-baik sambil menyosialisasika untuk sementara tidak ada resepsi dulu,” kata Wagiman.

Setelah proses diskusi yang cukup panjang, keluarga pengantin akhirnya menyetujui larangan tersebut. Resepsi ditiadakan namun akad nikah tetap dilaksanakan

Menurut Wagiman, pembubaran atau larangan adanya kerumunan massa, salah satunya resepsi pernikahan, atas intruksi Kapolri Jenderal Idham Azis yang menerbitkan Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020.

“Maklumat itu disebarkan agar tidak ada perkumpulan massa dalam jumlah banyak untuk sementara waktu, salah satunya resepsi pernikahan. Saya mengimbau untuk saat ini jangan dulu diadakan resepsi pernikahan di tengah merebaknya virus corona,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *