Tahun Ini, Raperda Dua Kecamatan Baru Rampung

by -

METROPOLITAN –Wacana penambahan dua kecamatan anyar kembali mencuat. Setelah sekian lama wacana pemekaran kecamatan menghilang, kini wacana ter­sebut kembali datang. Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan, men­jadi dua kecamatan yang nantinya akan disulap menjadi empat kecamatan.

Kepala Bidang Administrasi Pemerintah, Adi Novan, menjelaskan, dipilihnya dua kecamatan tersebut lantaran Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Selatan masing-masing memiliki kelurahan yang cukup banyak. Yakni 16 kecamatan yang masing-masing bersinggungan dengan wilayah administrasi Kabupaten Bogor.

Adi mengatakan, secara umum konsep pemekaran wilayah ini, nantinya akan melahirkan dua kecamatan baru.

”Jadi nantinya Kecamatan Bogor Selatan akan menjadi dua, Kecamatan Bogor Barat akan menjadi dua. Jadi dari dua kecamatan itu, lahir dua kecamatan baru. Ini perlu diluruskan karna banyak isu yang beredar macam-macam,” katanya. ­

Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini pihaknya tengah menyiapkan Ran­cangan Peraturan Daerah (Raperda), hingga pemetaan batas wilayah kelurahan.

”Kita harus pastikan dulu batas kelurahan dan keca­matannya. Jadi tahun ini kita rancang semuanya, agar bisa masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda), untuk kemudian di tahun berikutnya ini semua akan dibahas,” ujarnya.

Adi menargetkan, peme­taan batas wilayah dan peny­usunan Raperda, bisa ram­pung pada Juli atau Agustus nanti. Adi optimis proses tersebut bisa rampung se­cara cepat. Lantaran Kota Bogor sudah miliki Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 131 Tahun 2019 tentang ba­tas wilayah kelurahan yang ada di Kota Bogor.

Sambil menyusun dan me­nyiapkan semuanya, pihaknya berencana akan melakukan diskusi dengan pihak keca­matan dan instansi terkait lainnya, untuk membicara­kan hal-hal teknis kedepan­nya. Seperti penggunaan batas wilayah, kelurahan mana saja yang akan berga­bung dengan kecamatan baru, hingga hal lainnya.

”Ke depan, kita akan bahas dengan pihak kecamatan soal batas wilayah yang akan dimekarkan nanti. Apakah mau menggunakan batas alam seperti sungai, atau meng­gunakan batas buatan se­perti jalan. Kita juga akan bahas, kelurahan mana saja yang masuk dalam kecamatan baru, dan kelurahan mana saja yang tetap di kecamatan lama. Kita juga akan bahas mekanisme pembagian ke­lurahannya seperti apa, apa­kah sama rata, atau menyesu­aikan kondisi,” tandasnya.

Camat Bogor Barat, Juni­arti Estiningsih, mengaku, tak bisa berbuat banyak dan mengambil langkah apapun, selama pihaknya belum diajak bicara soal ini.

”Sampai detik ini kami be­lum diajak ngobrol oleh Pe­merintah Kota Bogor soal ini. Selama belum diajak diskusi, baik itu regulasi dan penetapan sudah ada, kita belum berani melakukan apa-apa,” tegasnya.

Kendati demikian, jika niatan dan rencana pemerin­tah benar soal ini, pihaknya mengaku siap mendukung kebijakan tersebut. Selama itu demi kemaslahatan ma­syarakat dan orang banyak.

”Kalaupun itu benar ayo kita lakukan sambil berjalan. Baik perubahan data kepen­dudukan, administrasi tempat tinggal dan lain-lain. Jadi masyarakat jangan takut, ka­lau pun memang ada perali­han kependudukan saya yakin pemerintah akan bertang­gungjawab,” tutupnya. (ogi/c/ yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *