Temui Pangdam III/Siliwangi, BKKBN Jabar Dapat Dukungan TNI

by -

METROPOLITAN.id – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat, Kusmana beserta jajaran menemui Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (10/3).

Kedatangam BKKBN disambut hangat. Bahkan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho memastikan jajaran TNI selalu mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana). Termasuk, agenda Pendataan Keluarga (PK) 2020 yang bakal dihelat Juni mendatang. Dukungan yang sama juga diberikan kepada semua program pemerintah.

“TNI bersama rakyat akan selalu mendukung semua program pemerintah, termasuk KB atau Banggakencana. Sinergi yang terjalin melalui kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan merupakan wujud nyata peran TNI dalam menyukseskan program Banggakencan,” ungkap Nugroho.

Menurutnya, kemitraan TNI-BKKBN selalu menjadi prioritas dalam upaya pengendalian penduduk. Terlebih, bagi Jawa Barat sebagai penyangga program di tingkat nasional.

Menyambut pelaksanaan PK 2020, Pangdam mengajak segenap masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menyukseskan program lima tahunan tersebut.

Pangdam secara khusus meminta masyarakat memberikan data secara benar, jelas, dan akurat. Sebab, pendataan merupakan awal dari perencanaan keluarga. Data berkualitas menjadi modal utama perencanaan pembangunan. Sejalan dengan itu, prajurit Siliwangi akan selalu mendukung upaya baik di wilayah Jabar dan Banten.

Komitmen tegas Pangdam tersebut merespon pemaparan singkat Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Kusmana tentang pentingnya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga di Jawa Barat.

Lelaki yang akrab disapa Kang Uung menjelaskan, Jawa Barat yang tahun 2020 ini mencapai angka 50 juta penduduk, mutlak perlu pengendalian baik dari aspek kuantitas maupun kualitas.

“Program KB yang sejak tahun 1970-an digelorakan berbagai pihak diyakini mampu menyetop ledakan penduduk hingga 100 juta penduduk pada era 2000-an. Dengan demikian, pembangunan pada kurun waktu tersebut dapat dengan optimal memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” papar Kang Uung.

Ke depan, BKKBN akan menyesuaikan dengan tantangan generasi baru melalui cara-cara baru. Salah satunya melalui rebranding sebagai upaya mendekatkan pada sasaran milenial dan zilenial. (ar/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *