UI Terapkan Kuliah Jarak Jauh

by -

METROPOLITAN – Kampus Universitas Indonesia (UI) mengeluarkan surat edaran mengantisipasi berbagai lang­kah penyebaran virus corona jenis baru. Menanggapi status pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UI melindungi keselamatan dan kesehatan segenap civitas akademiknya dalam upaya pengendalian penyebaran infeksi Covid-19.

“Menghadapi perkembangan global infeksi Covid-19, pen­galaman berbagai negara dalam menghadapinya serta petunjuk dan pedoman yang diterbitkan pemerintah, pim­pinan UI mengambil langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan penyebaran in­feksi Covid-19,” tegas Rektor UI, Ari Kuncoro, dalam kete­rangan resmi, Jumat (13/3).

Dalam suratnya, pimpinan UI mengingatkan dan mendo­rong seluruh dosen maha­siswa dan tenaga kependidi­kan UI mempraktikkan dan membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ini sesuai pedoman yang dibe­rikan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan keseha­tan dan daya tahan terhadap penyakit, baik untuk diri sen­diri, keluarga maupun masy­arakat terdekat.

Pimpinan UI meminta seluruh dosen. mahasiswa dan tenaga kependidikan UI secara konsisten menerapkan berbagai tindakan pencegahan penularan penyakit, khusus­nya infeksi Covid-19, baik oleh diri sendiri, keluarga maupun masyarakat terdekat. Semua dosen, mahasiswa dan te­naga kependidikan UI harus mematuhi dan menerapkan protokol kewaspadaan.

“Selama masa pandemi in­feksi Covid-19, Pimpinan UI sangat menganjurkan dosen, mahasiswa dan tenaga kepen­didikan UI tidak datang ke Kampus Ul apabila sakit atau kondisi badannya tidak bugar. Sejalan dengan Iarangan ini, pimpinan UI akan melakukan diskresi terhadap Peraturan Kepegawaian mengenai ke­hadiran kerja dan Peraturan Akademik mengenai kehadi­ran kuliah,” bebernya.

Jika memiliki anggota kelu­arga serumah yang menga­lami gejala tersebut, diminta melaporkan diri pada Sistem Surveilens Covid-19 UI. UI tetap melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menerapkan kebijakan berjarak.

Terhitung sejak hari Rabu, 18 Maret 2020 hingga berak­hinya semester genap Tahun Ajaran 2019/2020, mengubah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam bentuk kuliah tatap muka menjadi Pembe­lajaran Jarak Jauh. Pimpinan Fakultas dan Program Studi diminta untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan para dosen unluk dapat me­nyelenggarakan hal itu.

MAHASISWA PERANTAU DIMINTA PULANG, DOSEN DILARANG KE LUAR NE­GERI

“Seiring diimplementasikan­nya Pembelajaran Jarak Jauh, Pimpinan UI meminta ma­hasiswa yang menghuni as­rama Ul dan rumah-rumah kos di sekitar Kampus UI se­segera mungkin kembali/pulang ke rumah orang tua dan keluarga masing-masing. Mahasiswa yang oleh karena suatu alasan tidak dapat me­ninggalkan asrama Ul dan rumah kos di sekitar Kampus UI diminta melaporkan diri kepada kepala Asrama UI dan atau manajer Kemahasis­waan Fakultas dan selanjutnya akan dipantau,” beber Ari Kuncoro.

Berbagai kegiatan yang me­nimbulkan kerumunan ba­nyak orang sedemikian rupa, namun tidak dapat ditunda atau dibatalkan (misalnya Ujian Seleksi Masuk Ul, Uji Kompetensi Nasional dan lainnya), harus diselenggara­kan dengan menerapkan tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan in­feksi Covid-19 sebaik mungkin. Selain itu, semua dosen dan mahasiswa juga dilarang ke luar negeri.

“Melarang semua dosen, mahasiswa dan tenaga kepen­didikan UI melakukan pcrja­lanan ke luar negeri. Terma­suk perjalanan ke luar ne­geri bagi mahasiswa KeIas Khusus Internasional,” tegas­nya. “Situasi yang kita hadapi memang tidak mudah, tapi dengan kebersamaan dan kegotong-royongan kita akan mampu melaluinya,” sam­bungnya. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *