UPT DPUPR Evaluasi Proyek Jalan Pamipiran-Cikutamahi

by -
RETAK: Begini penampakan ruas jalan Pamipiran-Cikutamahi, Kecamatan Cariu yang mengalami keretakan.

METROPOLITAN – Proyek peningkatan ruas jalan Pamipiran-Cikutamahi, Kecamatan Cariu, yang dikerjakan oleh CV Lang tengah dievaluasi oleh UPT Jalan dan Jembatan wilayah Jonggol.

Dalam inspeksi tersebut, pihak UPT menyampaikan jika pengerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan yang ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

“Kami sudah evaluasi dan kroscek ke lapangan. Semuanya sudah sesuai spesifikasi dan perencanaan, untuk jalan yang retak memang dikarenakan faktor tanah yang berada di Desa Cikutamahi itu labil. Sedangkan untuk pengerjaannya sudah sesuai dengan aturan,” kata Kepala UPT Jalan dan Jembatan Jonggol, Didih Karsidih kepada Metropolitan.

Menurut Didih, untuk yang retak itu memang masih tanggung jawab kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan.

Namun, untuk meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh tanah yang labil, dirinya sudah meminta kepada kontraktor agar segera dilakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin melebar.

Hal itu sudah dilakukan oleh pihak kontraktor dengan memberi silent atau aspal agar beton yang retak tidak semakin melebar.

“Kita sudah minta kepada kontraktor untuk dilakukan perawatan beton yang patah dan retak, dan hal itu sudah dilakukan oleh kontraktor dengan di beri silent atau aspal agar permukaan beton yang retak tidak semakin melebar,” sambungnya.

Untuk saat ini, sambung Didih, proyek senilai Rp 3 miliar yang dikerjakan oleh CV Lang itu, sudah dilakukan audit dan hasilnya sudah dilaporkan ke-Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Semuanya sudah memenuhi standar dan spesifikasi yang berlaku dalam arti proyek tersebut memang tidak bermasalah.

“Laporan pengerjaan CV Lang sudah kita sampaikan ke Dinas PUPR dan hasilnya sudah sesuai spek dan pihak kontraktor juga tidak melakukan kecurangan,” Ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR, Andri mengatakan, untuk pengerjaannya memang tidak bermasalah dan sudah sesuai aturan.

Namun, memang untuk yang retak masih tanggung jawab kontraktor sampai masa perawatan selesai.

” Untuk spek tidak ada masalah, hanya saja untuk yang retak itu harus di peebaiki selama masa perawatan,” singkatnya.

Sementara itu, Direktur CV Lang, Yusuf membenarkan jika pekerjaan peningkatan jalan yang dikerjakannya memang mengalami keretakan.

Namun hal itu bukan lantaran dirinya mengurangi spek tetapi hal itu dikarenakan kondisi tanah di Desa Cikutamahi yang labil.

Untuk mengatasi keretakannya, dia memberikan silent kepada beton itu agar tidak bergerak dan retak yang lebih meluas.

“Memang untuk kontur tanah disana labil, hal itu yang membuat beton menjadi retak. Kalo untuk spek kita sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau sesuai RAB. Kalau beton yang retak itu sudah kita silent dan dan diberi Flelsibel agar tidak semakin melebar,” pungkasnya. (Zis/b/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *