Asyik Joging, Soraya Larasati Malah Dilecehkan

by -

METROPOLITAN – Artis Soraya Larasati menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat tengah jogging pada Minggu (5/4). Sekitar pukul 07:00 WIB, dirinya yang terbiasa jogging di sekitaran kompleks perumahannya malah mendapatkan pelecehan seksual.

Melalui akun Instagramnya, wanita 33 tahun ini men­gungkapkan awal-mula pelecehan seksual yang dilakukan seorang pengendara motor dengan helm full face. Ia syok lantaran bagian payudaranya dipegang secara sengaja dari belakang. Sayangnya, istri Doni Amaldi itu tak sempat memotret apalagi menghafal pelat nomor kendaraan si pengendara itu.

”Hari ini banyak pelajaran yang diambil dari berlari long run sekitaran kompleks perumahan yang biasanya aman sentosa tidak pernah ada masalah. Menjadi ’perhatian’ besar buat aku dan sekaligus ’tamparan’. Di tengah wabah Covid-19 yang mengharuskan kita untuk #diruma­haja. Ternyata bukan hanya untuk melindungi kesehatan kita, tapi juga melindungi kita dari tindakan kriminalitas yang ternyata makin meningkat,” ungkap Soraya Larasati pada keterangan fotonya.

”Yang dalam situasi pagi hari di jam 7 pagi. Tempat umum dan banyak lalu lalang kendaraan. Walaupun tidak serame pada umumnya minggu pagi, ternyata pagi ini saya mendapatkan ketidaknyamanan dizalimi pengendara motor asing dengan helm full face. Saya merasa mendapat perlakuan ’pelecehan seksual’ dari pengendara motor yang dengan sengaja menyentuh bagian dada saya kemudian kabur begitu saja. Hit and Run. Tanpa sempat saya foto pelat nomor kendaraannya, karena shock banget,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, kejadian itu berlangsung di Bintaro Sektor 5, tepatnya depan Sekolah Tinggi Abdi Negara (STAN), di mana lalu lintasnya cenderung ramai. Bintang film ’Bukan Pocong Biasa’ ini juga menuturkan, dirinya sama sekali tidak berpakaian ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ia justru memakai pakaian longgar. ”Yang menjadi perhatian kejadian ini bisa terjadi sama siapa saja. Padahal saya berhijab dan berpakaian longgar,” tuturnya.

”Kebetulan saya sebenarnya lari sama suami dan teman. Tapi memang karena kesiangan larinya jadi rencana ketemuan di tengah-tengah. Mereka kebetulan tidak berada bersama saya pas kejadian,” tambahnya.

Mendapat pelecehan seksual di jalan raya, membuat ibu dua anak ini syok dan mengaku tidak lagi berani melakukan jogging tanpa didampingi teman atau suaminya.

”Ini pengalaman yang menurut saya berbahaya sekali. Mengingat kita wanita dan bisa saja tindakan kriminalitas jadi meningkat sampai level yang astagfirullah kita takut untuk membayangkannya. Saya tidak niat menuntut dari pelaku, karena azab Allah pasti nyata. Saya doakan semoga diberikan hidayah karena azab Allah sangat pedih,” jelasnya.

”Jadi, pesan moral buat runners. Lebih baik berolahraga di rumah ataupun kalau mau di luar komplek sebisa mungkin lawan arus kendara­an supaya bisa lebih waspada dan sebaiknya ditemani mahram untuk bisa melindungi diri,” tandasnya. (okz/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *