Dirjen Perkeretaapian Keluarkan Pengendalian Penumpang Kereta

by -

METROPOLITAN.ID – Menindaklanjuti pemberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk  percepatan penanganan Covid-19, Direktur Jenderal Perkeretaapian telah menerbitkan Perdirjen No. Hk.205/A.107/DJKA/20, Tentang Pedoman Pembatasan Jumlah Penumpang Di Sarana Perkeretaapian Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

 

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, meski Kementerian Perhubungan secara tegas menolak usulan dari lima kepala daerah, yang meminta pemberhentian sementara operasional KRL Commuter Line selama PSBB di sejumlah daerah, namun penolakkan tersebut bukan tanpa solusi.

 

Kementrian Perhubungan langsung mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tanggal 9 April 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. “Jadi menyambut Peraturan Menteri Perhubungan, kami juga menyusun Perdirjen No. Hk.205/A.107/DJKA/20, Tentang Pedoman Pembatasan Jumlah Penumpang Di Sarana Perkeretaapian Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

 

Meski KRL Commuter Line masih tetap beroperasi, namun pengendalian dan pembatasan jumlah penumpang jadi perhatian khusus pihaknya. Baik penumpang kereta antar kota maupun perkotaan. Salah satu contohnya yakni dengan membatasi jumlah penumpang, yang ada pada setiap rangkaian gerbong. “Pengaturan tempat duduk di sarana ini perlu ditentukan agar operator bisa lebih jelas bagaimana menyusun konfigurasi tempat duduk sarana KA agar sesuai dengan aturan physical distancing,” ungkapnya.

 

Zulfikri menyatakan, pembatasan penumpang harus dilakukan sebagai langkah konkrit mendukung physical distancing guna mencegah dan mengurangi penularan Covid-19. Untuk kereta antarkota ditetapkan pembatasan jumlah penumpang maksimum 65 persen dari jumlah  tempat duduk, KA perkotaan maksimum 35 persen dari kapasitas penumpang serta KA Lokal, Prameks dan KA Bandara maksimum 50 persen dari jumlah tempat duduk dan tidak boleh ada yang berdiri.

 

“Calon penumpang juga diharuskan untuk mematuhi regulasi ini sejak persiapan perjalanan, selama perjalanan dan tiba di tujuan, seperti diwajibkan memakai masker, cek suhu tubuh sebelum masuk ke peron, jaga jarak selama di perjalanan, dan disarankan mencuci tangan setiba di tujuan,” tegasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *