Ini Kronologi Bayi 3 Bulan Asal Cibinong yang Positif Corona

by -

METROPOLITAN.id – Bayi laki-laki berusia tiga bulan asal Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19, Selasa (7/4). Kondisi itu diketahui setelah keluar hasil tes swab yang sempat dilakukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan kronologi bayi terpapar corona itu.

Menurutnta, saat itu bayi tersebut sempat berobat ke rumah sakit dalam keadaan demam. Pihak rumah sakit kemudian melakukan tes swab untuk mengetahui apakah bayi tersebut positif corona atau tidak.

Sambil menunggu hasil swab, dilakukan pengobatan selama masa inkubasi.

“Namun setelah masa inkubasi terlampaui, gejala klinis demam, batuk dan lainnya sudah menunjukkan sembuh dan dibolehkan pulang,” kata Syarifa.

Namun setelah itu, hasil swab justru menunjukkan bayi tersebut positif corona. Perempuan yang juga kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor ini mengaku secara prosedur harus dilakukan swab ulang.

“Langkah selanjutnya pihak orang tua bayi dan sekitarnya akan dilakukan tracking dan dilakukan rapid test utk melihat kondisi lingkungan di sekitar bayi tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus positif virus corona atau covid-19 di Kabupaten Bogor terus bertambah.

Per hari ini, Selasa (7/4) pukul 19.00 WIB, ada dua kasus positif baru sehingga jumlah totalnya menjadi 23 orang.

Dua tambahan kasus positif baru berasal dari Kecamatan Cibinong dan Citeureup.

Yang mengkhawatirkan, warga asal Cibinong yang baru saja terkonfirmasi positif merupakan bayi laki-laki berusia tiga bulan.

“Bertambah dua kasus baru positif covid-19. Bayi laki-laki berusia tiga bulan asal Kecamatan Cibinong dan laki-laki 51 tahun asal Kecamatan Citeureup,” kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam rilis yang diterima, Selasa (7/4) malam.

Dari total 23 orang yang positif, tiga orang dinyatakan sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia.

Untuk katagori pasien dalam pengawasan (PDP), jumlahnya tercatat ada 439 orang. 114 di antaranya selesai penanganan, 325 orang dalam pengawasan dan sembilan orang meninggal dunia.

Sementata katagori orang dalam pemantauan (ODP), jumlahnya tercatat mencapai 815 orang. 491 di antaranya selesai penanganan dan 324 lainnya masih dalam pemantauan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *