Masuk Zona Merah, Akses Jalan Gang Dibatasi

by -

CIOMAS – Kecamatan Cio­mas masuk zona merah se­telah ada satu warganya yang positif Covid-19. Untuk men­ekan penyebaran wabah co­rona, akses jalan menuju gang maupun akses ke perumahan mulai diberlakukan penutu­pan. Hal tersebut untuk mem­batasi orang luar masuk ke lingkungan mereka. Tujuan­nya menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Camat Ciomas, Chairuka Judyanto, mengatakan, ber­bagai langkah sudah dilaku­kan Muspika Ciomas dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Mulai dari war-war keliling desa, penyemprotan cairan disinfektan hingga pembagian masker kain gra­tis yang dibuat UMKM Keca­matan Ciomas.

”Tak hanya itu, warga ditiga desa, yakni Pagelaran, Ciapus dan Laladon, sudah ada yang memberlakukan karantina wilayah dengan menutup akses menuju gang dan perumahan,” ujar mantan camat Leuwiliang itu.

Chairuka menambahkan, karantina wilayah dengan menutup akses jalan ke gang dan perumahan ini bertujuan meminimalisasi terjadinya penyebaran wabah virus me­matikan itu. Mereka yang masuk wilayah wajib dicek suhu tubuhnya dan diimbau menggunakan masker.”Penyebaran Covid-19 di Kecamatan Ciomas ada satu yang positif dan 30 orang ODP,” katanya.

Tak hanya melakukan penyemprotan cairan disin­fektan, sambung Chairuka, pihak kecamatan bersama masyarakat Kecamatan Ciomas juga melakukan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada mereka yang membutuhkan. ”Pemudik yang datang ke wilayah Kecamatan Ciomas juga didata oleh pem­des. Ketika ada gejala Covid-19, maka akan dibawa ke puske­smas untuk dilakukan peng­ecekan kesehatan,” tukasnya. (ads/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *