Perangkat Desa Jogjogan Didaftarkan Jadi Peserta BPJamsostek

by -

METROPOLITAN – Mulai April 2020, Desa Jogjogan, Ke­camatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mendaftarkan perang­kat desanya dalam program BPJamsostek

Kepala Desa Jogjogan H En­jang Ruslan Purnama menje­laskan hal itu sebagai langkah awal semua perangkat desa, anggota linmas , RT/RW, kader posyandu, kader PKK, BPD, LMP, BUMDes serta guru nga­ji yang ada di Desa Jogjogan yang berjumlah sekitar 160-an orang lebih mendapatkan per­lindungan Jaminan Sosial Ke­tenagakerjaan.

“Rencana awal kami sudah mengagendakan untuk men­gumpulkan semua perangkat desa dan menghadirkan BP­Jamsostek untuk bisa membe­rikan sosialisasi dan edukasi secara langsung manfaat pro­gram Jaminan Sosial Ketena­gakerjaan,” kata Enjang.

“Karena ada satu lain hal, yaitu Covid-19, sesuai surat edaran pencegahan penyer­baran virus corona untuk menunda berbagai macam kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” imbuhnya.

Untuk sementara, lanjutnya, pendaftaran dilakukan mulai dari perangkat desa yang sudah dibayarkan awal April, RT/RW terus berlanjut semua lem­baga desa akan dilindungi BPJamsostek.

“Harapan kami selaku pe­layan masyarakat, ini bicara umum kita tidak ada yang tahu. Sementara mereka yang men­jadi abdi negara atau pelayanan masyarakat kalau terjadi risiko kerja yang tidak diinginkan bisa terlindungi sebagai program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Potensi UKM di Desa Jogjogan adalah tempat wisata. “Ini juga menjadi pioritas saya untuk meningkatkanUKM, hampir ada 200-an wilayah yang dise­wakan. Kami akan menggerak­kan masyarakat untuk bisa menfaatkan dan bergabung juga menjadi BPJamsostek. Mudahan-mudahan Covid-19 cepat berlalu dan apa yang direncakan bisa berjalan se­suai rencana sehingga seluruh perangkat desa kami bisa ter­lindungi BPJamsostek,” harap­nya.

Di tempat berbeda, Kepala BPJamsostek Bogor Kota Chair­ul Arianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih telah mengikutsertakan seluruh Pe­rangkat Desa Jogjogan dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Santunan Jaminan Kecelaka­an Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sangat berman­faat karena kita sebagai tulang punggung keluarga bilamana mereka mengalami risiko tadi tidak terlalu berat, karena BP­Jamsostek hadir untuk peker­ja di samping iurannya yang relatif terjangkau, manfaatnya sangat luar biasa dengan ada­nya peningkatan manfaat JKK dan JKM sesuai PP 82 Tahun 2019,” imbuhnya.

Selanjutnya, bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan sementara tidak mampu bekerja, semula hanya menda­patkan manfaat 75 persen dari upah yang dilaporkan untuk enam bulan kedua, kini menjadi 100 persen upah se­lama satu tahun.

“Selain manfaat tambahan program kecelakan kerja, terdapat beberapa pening­katan manfaat jaminan ke­matian diantaranya santunan kematian yang sebelumnya Rp16,2 juta meningkat men­jadi Rp20 juta. Biaya pema­kaman yang semula Rp3 juta menjadi Rp10 juta, san­tunan berkala yang semula Rp4,8 juta menjadi Rp12 juta. Sehingga total santunan sebesar Rp42 juta,” pungkas Anto. (suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *