Relawan Minim Peminat

by -

Jumlah pasien terindikasi Covid-19 di Kota Bogor terus bertambah setiap harinya. Ini berdasarkan keterangan tertulis Nomor 028/Jubir/Siaga-Corona/ Pemkot-Bogor/2020. Terhitung pada Senin (6/4), jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 mencapai 79 Pasien. Dengan rincian, 13 selesai, 18 meninggal dan 48 lainnya dalam penanganan. Sementara jumlah keseluruhan pasien positif Covid-19 di Kota Bogor mencapai 41 pasien, dengan rincian 7 meninggal dunia dan 34 lainnya dalam penanganan.

WAKIL Wali Kota Bogor, De­die A Rachim, mengatakan, peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 beru­jung pada terbatasnya tenaga medis. Sebab, peningkatan pasien terduga Covid-19 ter­jadi setiap hari. Sementara jumlah tenaga medis tidak bertambah bahkan cenderung berkurang. ”Kota Bogor keku­rangan dokter, perawat umum dan perawat ICU untuk me­nangani kasus corona,” katanya.

Mengantisipasi penurunan tenaga medis, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor men­coba membuka pendaftaran relawan tenaga medis Covid-19 guna mengisi kekosongan dan memenuhi kebutuhan petu­gas medis. Bahkan, pihaknya juga menyurati Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor untuk menutupi kebutuhan tenaga medis.

Berdasarkan surat Wali Kota Bogor Nomor 446/1232-umum, pemkot membutuhkan 56 tenaga medis yang terdiri 19 dokter, 8 pe­rawat ICU dan 29 perawat umum. ”Sehubungan dengan semakin bertambahnya kasus pasien dengan indikasi Co­vid-19 dan keterbatasan te­naga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan tenaga relawan medis untuk diperbantukan bertugas di RSUD Kota Bogor,” tulis Dedie dalam surat edaran.

Terpisah, Ketua IDI Kota Bogor, Zainal Arifin, mem­benarkan, pihaknya mene­rima surat permohonan pe­rihal bantuan relawan medis dari Pemkot Bogor. Namun ada beberapa persyaratan untuk menjadi relawan te­naga medis. Di antaranya, memiliki Surat Tanda Regist­rasi (STR), memperoleh per­setujuan orang tua, istri atau suami dan bersedia ditem­patkan di faskes Covid-19 selama 28 hari (14 hari kerja, 14 hari karantina). ”Kami me­respons surat dari pak wali, sehubungan dengan tingginya wabah Covid-19 saat ini, mun­gkin mereka kewalahan me­nanganinya,” katanya.

Tak hanya itu, permohonan relawan tenaga medis juga bertujuan memisahkan penanganan antara pasien terduga Covid-19 dengan pa­sien umum lainnya. ”Jadi, ke depan kami ingin memisahkan mana dokter khusus yang me­nangani Covid-19 dan mana dokter khusus yang menanga­ni penyakit biasa,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung dia, jumlah pendaftar relawan medis masih jauh dari angka yang dibutuhkan. Terhitung Senin (6/4), jumlah pendaftar relawan untuk dokter baru satu, sementara perawat ha­nya sembilan. ”Untuk dokter baru satu pendaftar. Untuk perawat baru ada sembilan. Saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Mungkin me­reka sibuk di rumah sakitnya masing-masing atau di tempat praktiknya,” bebernya.

Meski minim pendaftar, pi­haknya akan terus berusaha berkomunikasi dengan dok­ter dan perawat lain yang tergabung dalam IDI Kota Bogor. ”Pendaftaran ini akan terus kami buka hingga kuo­ta kebutuhan tenaga medis terpenuhi. Kami juga akan berkoordinasi dan berkomu­nikasi dengan anggota IDI lainnya untuk ikut memban­tu pemkot dalam penanganan wabah ini,” terangnya. (ogi/c/ yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *