49.890 Kendaraan Masuk Jabar Diputar Balik

by -

METROPOLITAN – Pasca-diterapkannya larangan mudik, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Jabar) telah memaksa 49.890 kendaraan putar balik selama dua pekan Operasi Ketupat Lodaya 2020. Pelarangan mudik itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan, dari jumlah terse­but yaitu sebanyak 29.841 kendaraan roda dua, 18.182 roda empat dan 1.876 bus. ”Jumlah kendaraan yang diputar balik atau dikembalikan selama periode 27 April-10 Mei 2020 sebanyak 49.890 kendaraan,” kata Saptono dalam pesan tertulisnya, Rabu (13/5).

Operasi Ketupat Lodaya sendiri merupakan kegia­tan pengamanan kepolisian selama arus mudik. Kegiatan ini berlangsung selama 38 hari dan akan fokus melarang warga mudik di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Selain data arus kendaraan putar balik kendaraan selama Operasi Lodaya, Saptono juga mengungkapkan total ada 3.637 surat teguran selama pemberlakuan Pem­batasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di check point periode 6-11 Mei 2020. ­

Sementara teguran lisan ke­pada pengendara berjumlah 75.804. Untuk jenis pelang­garan masih didominasi pengendara roda dua yaitu tidak menggunakan masker sebanyak 66.486 pelanggaran, tidak menggunakan masker (30.997) dan tidak mengguna­kan helm (19.869). Sedangkan jenis pelanggaran lainnya adalah penumpang tidak jaga jarak sebanyak 15.329 dan duduk samping sopir (15.042).

Sementara itu, pembubaran kerumunan massa berjumlah 12.781 pelanggaran. ”Kabu­paten Karawang paling ba­nyak (pembubaran massa, red), jumlahnya 2.052 kali,” kata Saptoni.

Terkait kerumunan massa ini juga diatur dalam Pergub Jabar Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB di Jabar. Pem­batasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum itu tertu­ang dalam Pasal 11 Pergub, yang berbunyi selama pem­berlakuan PSBB, penduduk dilarang melakukan kegiatan dengan jumlah terbatas di tempat atau fasilitas umum. (cn/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *