Alami Gizi Buruk, Bayi Kembar Gofur Meninggal Dunia

by -

Kehadiran anggota keluarga baru sejatinya menjadi semangat baru juga bagi kedua orang tuanya untuk bekerja lebih giat. Namun apadaya pasangan Rohman dengan Nur Alawiah yang telah dikarunia anak kembar itu harus berbesar hati lantaran salah satu anaknya meninggal dunia karena mengalami gizi buruk.

BAYI kembar Gofur warga Kampung Pabangbon Baru, RT 01/12, Desa Pa­bangbon, Kecamatan Leuwiliang, meninggal dunia. Sedangkan sang kakak, Gofar, dibawa ke RSUD Leuwiliang guna mendapatkan perawatan medis.

Kepala Unit Pelaksana Tek­nis (UPT) Puskesmas Leuwi­liang Dian menuturkan, Go­far saat ini telah mendapatkan penanganan medis lantaran mengalami gizi buruk. Se­dangkan sang adik, Gofur, meninggal dunia tak tertolong. ”Kedua orang tua almarhum Gofur mempunyai kondisi keterbelakangan mental. Se­hingga bayi kembar tersebut kurang mendapatkan penanga­nan kesehatan,” ujarnya.

Dian juga menjelaskan, se­menjak lahir kembar, kedua anaknya lahir dengan kondisi sehat dan ditolong bidan dengan Berat Badan (BB) 2,5 kg dan 2,4 kg. Oleh pihak saudaranya, kedua bayi kembar tersebut sempat diminta jadi orang tua asuh. Namun tidak diberikan oleh orang tua kandungnya.

Kedua bayi kembar tersebut sempat mengalami pening­katan BB. Pada kegiatan po­syandu bulan berikutnya, anak tersebut mengalami pertum­buhan berat badan normal pada sampai pemeriksaan bulan Februari. Selanjutnya tidak pernah datang ke posy­andu lagi. ”Bidan desa dan kader sudah menyarankan untuk pemeriksaan rutin. Namun ibunya menolak dengan menyampaikan bahwa anaknya sehat-sehat saja,” katanya. Pada pertengahan Mei ini, kondisi ibu dilaporkan oleh saudaranya sedang menga­lami penyakit hepatitis dengan tanda-tanda perut buncit dan mata, kulit kekuning-kuning­an. Hal tersebut rupanya ber­dampak pada anaknya, Gofur, yang tidak diberi ASI lagi tapi hanya diberi kental manis dan diperkirakan kondisinya se­makin memburuk. Hingga pada Selasa (26/5), Gofur di­bawa ke Puskesmas Leuwiliang dan dinyatakan bahwa anak tersebut dehidrasi dan dirujuk ke RSUD Leuwiliang. ”Namun oleh orang tuanya ternyata tidak dibawa ke RSUD Luewi­liang. Tetapi dibawa pulang ke rumahnya dan meninggal pada Selasa malam,” pungkas­nya. (ads/b/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *