Bogor Punya Pusat Isolasi Pasien Corona, Kapasitasnya 84 Orang

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhirnya memiliki pusat isolasi untuk pasien virus corona atau covid-19 selain di rumah sakit.

Pusat isolasi ini memanfaatkan Gedung Balai Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Namun, pusat isolasi ini hanya akan menampung pasien dengan katagori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ringan.

Kapasitasnya, 84 tempat tidur dengan rincian 64 untuk ODP dan 20 untuk PDP ringan. Pasien yang bisa diisolasi di tempat ini juga hanya yang berusia di atas 15 tahun.

“Ini yang pernah saya sampaikan, kita akan membangun pusat isolasi mandiri. Karena kan yang mau isolasi juga tidak harus menjalani perawatan di rumah sakit. Terlebih, gejala covid-19 ini juga sudah cukup parah,” kata Bupati Bogor Ade Yasin usai meresmikan pusat isolasi tersebut, Senin (18/5) sore.

Ade Yasin berharap pusat isolasi ini tidak digunakan masyarakat. Dalam artian, tidak terjadi lonjakan kasus corona.

Selain itu, pusat isolasi difungsikan untuk mengurangi beban rumah sakit. Sebab, tenaga kesehatan di rumah sakit sudah kuwalahan menangani pasien corona.

“Di sini sudah dilakukan rekrutmen tenaga kesehatan dan kebersihan. Dokter ada tiga. Tenaga medis 34 orang, yakni perawat 14 orang dan tenaga kebersihan 20 orang. Semuanya harus pakai APD (alat pelindung diri),” terangnya.

Menurut Ade Yasin, Pemkab Bogor juga berencana membangun pusat isolasi di Selatan Kabupaten Bogor untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona.

“Ada satu lagi isolasi nanti di wilayah Selatan, jadi kerjasama dengan swasta, karena gedungnya milik swasta,” tandas Ade Yasin. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *