Detik-detik Longsor Maut Leuwisadang Bogor, Suara Gemuruh Kagetkan Seisi Kampung

by -

METROPOLITAN.id – Hujan mengguyur Kampung Sruduk, RT 01/11 Dusun V, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor sejak Selasa (12/5) sore.

Namun hingga malam hari, hujan tak kunjung reda dan malah kian lebat.

Tak ada yang menyangka hujan tersebut bakal membawa petaka. Hingga sekitar pukul 00.00 WIB, pertanda mulai muncul. Lumpur mulai turun dari puncak Bukit Pawaja menuju pemukiman warga. Kampung sruduk sendiri memang berada di dataran tinggi dan dikelilingi perbukitan.

Tak butuh waktu lama, warga yang menyadari ada yang tak beres langsung memberitahu warga lainnya. Di tengah hujan deras, mereka mencoba berkemas dan menyelamatkan keluarga dan kerabat ke tempat yang lebih tinggi.

Pertanda tersebut rupanya disusul dengan longsoran kedua sekitar pukul 01.00 dini hari, Rabu (13/5). Longsoran kedua ini cukup besar karena material lumpur terbawa air hingga masuk ke pemukiman warga.

“Jam 12 malam itu lumpur mulai turun, habis itu jam 1 makin deres. Istri saya di rumah langsung bangunin anak dan dibawa ke rumah saudara di kampung sebelah,” kata salah seorang warga, Ajum saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5).

Lelaki 42 tahun itu lantas berjaga di sekitar rumah setelah mengungsikan keluarganya. Warga lain juga masih berada di sekitar lokasi meski di bawah guyuran hujan.

Rupanya, petaka belum usai. Tiga jam berselang, sekitar pukul 04.00 WIB, gemuruh dari atas bukit mengagetkan warga. Longsoran besar yang membawa material pepohonan dan batu menyapu seisi kampung hingga porak poranda. Satu warga pun ikut tertibun material longsor.

“Yang ketiga itu paling besar. Ada suara gemuruh dari bukit. Saya lihat langsung batu besar, batang pohon kebawa lumpur dan air. Serem. Nggak nyangka. Ada satu warga yang nggak bisa nyelamatin diri juga,” sambung warga lainnya, Mad Romli.

Setelah longsoran ketiga, warga tak ada lagi yang berani ke lokasi hingga pagi menjelang. Hujan sendiri baru reda tak lama setelah longsoran terakhir.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada 14 rumah yang dihuni 51 jiwa mengalami rusak berat. Puluhan rumah lainnya juga ikut terdampak.

Longsor juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang luka ringan. Atas kejadian itu, 69 kepala keluarga yang terdiri dari 242 jiwa mengungsi di tempat yang lebih aman.

“Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi serta kultur tanah yang labil mengakibatkan longsornya Gunung Leutik, sehingga menimbun rumah warga di sekitar kaki gunung,” kata Kasi Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Bogor, Yudi Adam. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *