Dishub Kota Bogor Berlakukan Strategi ‘Benteng Takeshi’ Akses Menuju Pasar

by -

METROPOLITAN – Setelah viralnya kondisi Pasar Anyar, Bogor di jagat dunia maya beberapa waktu lalu, jajaran Dinas Perhubungan Kota Bogor langsung berlakukan penutupan arus lalu lintas. Khususnya sejumlah jalan yang menuju Pasar Bogor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, guna mengurangi kepadatan di Pasar Anyar dan sejumlah pasar tradisional lainnya, Dinas Perhubungan melakukan pencegatan arus lalu lintas di lima jalan utama yang mengarah ke pasar.

“Kita fokus lakukan pengalihan arus, khususnya yang menuju ke area pasar, pengalihan arus kita lakukan di lima titik yaitu Jalan Surya Kencana, Sawojajar, Hotel Salak, Dewi Sartika, MA Salmun, dan Jalan Pengadilan. Jadi kita jegat semuanya seperti Benteng Takeshi. Jadi semua kendaraan tidak bisa masuk kesini, kita cegat semuanya kecuali pejalan kaki,” katanya saat ditemui Metropolitan, di sela-sela kunjungan ke Pasar Bogor.

Penyekatan arus lalu lintas tersebut, bakal dilakukan hingga pukul 16:00 WIB setiap harinya, hingga jelang malam perayaan Hari Raya IdulFitri (Malam Takbiran) mendatang. “Sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap 3 ini berlangsung. Atau maksimal hingga malam takbiran nanti,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Danjen ini menegaskan, sampai saat ini belum ada rencana penyekatan arus lalu lintas tambahan. “Tidak ada penyekatan lagi, kita fokus di lima titik kni karna lima titik itu merupakan akses menuju pasar. Tapi kita lihat nanti kedepannya,” ucapnya.

Sebanyak lima personel Dinas Perhubungan Kota Bogor, disiagakan disetiap harinya untuk menjaga lima titik penyekatan tersebut. “Untuk jumlah personel kita siapkan lima petugas, di setiap titik. Nantinya mereka akan berjaga hingga pukul 16:00 WIB,” bebernya.

Danjen meminta kepada instansi terkait, untuk melakukan pembatasan jam operasional bagi setiap pasar. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi kepadatan pengunjung jelang perayaan Hari Raya IdulFitri mendatang.

“Saran, seharusnya kita memberikan batasan untuk Operasional pasar, jadi tidak semrawut seperti ini. Jadi seharusnya dibatasi, jangan enggak.
Sebenarnya yang membuat ramai ini karna mereka berbelanja pakaian. Kalau belanja bahan pokok saya rasa tidak akan seperti ini, karna belanja bahan pokok itu cepat tidak kaya belanja baju yang lama dan muter-muter dari satu kios ke kios lain,” tutupnya. (ogiogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *