Galian Ilegal Ancam Kesehatan Warga Tajurhalang

by -

METROPOLITAN – Penambangan galian C yang diduga ilegal kembali marak di kawasan Kecamatan Tajur­halang, Kabupaten Bogor. Selain merusak lingkungan dan tanpa mengantongi izin operasional, aktivitas tersebut banyak merugikan warga. Apalagi, akses jalan pengang­kut tanah merah itu mele­wati Jalan Bogor Kemang (Bomang) bahkan melintasi Jalan Raya Kemang-Parung.

Aktivitas tersebut menim­bulkan debu. Hampir setiap hari warga menghirup udara kotor akibat angkutan tronton yang mondar-mandir. Ironinya, penambang galian C berada di Pulogramang, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, se­hingga khawatir berakibat fatal bagi lingkungan setempat. “Kami resah dengan adanya penambangan ini,” terang warga setempat yang namanya enggan dikorankan.

Menurutnya, Desa Kalisuren dan Tonjong bukan lokasi tambang baru. Beberapa tahun lalu bahkan sudah ada penambangan tak berizin, namun tidak pernah tersentuh hukum.

Hal yang sama dirasakan salah seorang pengendara yang ketika itu melewati area penambangan. “Saya sangat terganggu dengan penambangan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Tajurhalang, Sularso, mengaku sudah mengi­rim surat ke Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Lalu, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Tajurhalang, Su­larso, mengaku sudah mengi­rim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat (PUPR). Sebab, di sepanjang Parung-Bogor terdapat truk tanah yang me­lewati jalan nasional yang mengakibatkan jalan menjadi kotor dan licin. “Untuk itu, kami sampaikan kepada Ke­camatan Kemang sebagai penanggung jawab wilayah untuk menghentikan kegiatan tersebut,” katanya.

Sedangkan Kepala Seksi Trantib Kecamatan Kemang, Suhendi, mengaku akan mem­beritahukan pengelola galian dan angkutan. “Saya sudah diinformasikan kasi trantib Tajurhalang, karena pengga­liannya dari sana sumbernya,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Mad Hasan, mengaku pernah me­nangani galian C. Namun saat ditanya soal aktivitas galian dan sanksi yang diberikan, ia tidak meresponsnya. Pan­tauan Metropolitan, beberapa lokasi penambang galian C yang diduga ilegal bebas be­roperasi. Salah satunya di Kalisuren dan Tonjong.

Meski diduga tak berizin, penambangan tersebut dila­kukan terang-terangan tanpa menghiraukan siapa pun. Tronton pengangkut hasil penambangan pun lalu lalang di Jalan Bomang ke Jalan Raya Kemang. Tak hanya itu, penambangan ilegal tersebut juga menggunakan tiga alat berat. (khr/c/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *