Harga Tinggi, Gas Melon Susah Dicari

by -
PERKETAT: Pemerintah pusat berencana memperketat pendistribusian gas melon agar tepat sasaran untuk warga miskin.

METROPOLITAN – Usai Lebaran, ketersediaan gas elpiji tiga kilogram mendadak sulit. Di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat misalnya. Selain mulai langka, harganya juga melambung tinggi. Seperti diungkapkan seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Ciampea, Nurdian (35).

”Setelah Lebaran ini mulai susah ya dapat gas. Nyari di beberapa warung agak susah. Sekalinya ada, harganya sampai Rp25 ribu per tabung. Pa­dahal biasa paling itu Rp22 ribu,” katanya kepada pewarta, Rabu (27/5). Kesulitan mendapatkan gas tiga kilogram juga dialami warga Cibungbulang, Galih (25). Ia mengeluh kesulitan mencari gas melon untuk kebutuhan. Sama seperti Nurdian, meskipun akhirnya dapat gas, ia mesti merogoh kocek lebih dalam karena harganya lebih mahal dari biasanya. ”Sekarang malah susah, harganya juga mahal. Ini saya dapat gas ini, harganya sampai Rp28.000. Beberapa yang saya temuin yang ada, paling murah itu Rp25.000 per tabung. Ya jangan sampai ini ada yang nimbun lah. Bisa saja agen nakal seperti itu supaya harga tinggi,” ujarnya. ­

Tak cuma itu, ketersediaan gas melon juga mulai langka di wilayah Cibinong Raya. Memang harga eceran ter­pantau masih dalam taraf terjangkau meskipun ada kelangkaan. Seorang pedagang warung yang menjajakan gas tiga kilogram eceran asal Su­karaja, Milah, mengaku ma­sih bisa menjual gas tiga ki­logram di harga Rp20.000 per tabung.

Menanggapi hal itu, Ketua Hiswana Migas DPC Bogor Asep Erri mengatakan, hing­ga kini pihaknya masih beru­paya memenuhi kebutuhan gas melon di Kabupaten Bo­gor.

”Ketersediaan cukup. Ada aturan main soal harga di pangkalan. Gimana di agen juga. Ada aturan main. Kalau bandel, misalnya nimbun gas atau main harga tinggi, ya ada sanksi. Mulai dari teguran sampai pemutusan kerja sama, kalau sudah parah. Itu per­soalan di lapangan,” katanya kepada Metropolitan.

Asep menegaskan pihaknya sudah menambah stok gas sebanyak lima persen dari jumlah total yang disediakan. ”Sejak H-7 hingga H+7 Hari Raya, kita tambahkan stok kita lima persen,” ujarnya.

Jika mengacu pada stok yang ada, saat ini jumlah keterse­diaan gas elpiji tiga kilogram mencapai 5 juta tabung, yang tersebar di seluruh wilayah Bogor Raya. ”Jadi lima persen itu sekitar 232.212 tabung gas yang kita tambahkan selama kondisi Hari Raya ini,” beber­nya.

Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, penjualan gas elpiji tiga kilogram sama sekali tidak terganggu. ”Alhamdulillah sama sekali tidak terganggu. Ya meski ada penurunan satu sampai tiga persen, tapi secara umum masih stabil kalau untuk gas,” pungkasnya. (ryn/ogi/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *