Indocement Tutup 7 Pabrik dan Potong Gaji Direksi

by -

METROPOLITAN – Emiten produsen semen Grup HeidelbergCement AG asal Jerman, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menyampai­kan kegiatan operasional mulai terganggu akibat pandemi virus corona (Covid-19). Perseroan pun menghentikan operasional beberapa pabrik dan memotong gaji direksi serta honorarium komisaris.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur dan Sekretaris Perusa­haan Indocement, Oey Marcos, mengatakan, dampak pandemi berimbas pada penghentian operasional sebagian pabrik perusahaan dan unit operasional entitas anak perusahaan akibat penurunan permintaan, dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi kelangsungan usaha perseroan secara umum tidak terganggu secara langsung oleh Covid-19, namun perseroan memperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan akibat dampak PSBB yang diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia.

Jangka waktu penghentian operasional pabrik diperkirakan antara 1-3 bulan dan selanjutnya akan disesuaikan perkembangan pasar secara umum. ”Perseroan hanya menjalankan 1-3 pabrik dari 10 pabrik di Citeureup,” kata Oey.

Sampai saat ini, kontribusi pendapatan dari pabrik yang berhenti operasional adalah sekitar 25% dari total pendapatan konsolidasi 2019. Namun hingga saat ini, dia menegaskan tidak ada karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pengurangan karyawan terjadi karena pensiun normal atau pengunduran diri. Jumlah karyawan yang dirumahkan juga tidak ada, dengan jumlah karyawan tetap dan tidak tetap 5.200 orang.

”Dewan komisaris, direksi dan manajemen secara sukarela melakukan pemotongan gaji secara berjenjang,” kata Oey menjawab pertanyaan BEI soal apakah ada pemotongan gaji karyawan hingga 50%.

Perseroan memperkirakan terjadi penurunan total pendapatan untuk periode 31 Maret 2020 dari 31 Maret 2019 sekitar 25%.

Sejak awal pandemi Covid-19 terjadi, kami sudah melakukan strategi efisiensi di berbagai bidang, termasuk efisiensi biaya distribusi dengan melaku­kan optimalisasi pengeluaran semen dari terminal kami yang tersebar di berbagai wilayah. Di samping hanya menjalankan pabrik kami yang terefisien, kami juga melakukan optimalisasi penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif,” katanya. (cnb/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *