Jabar bakal Terapkan PSBB Parsial

by -

METROPOLITAN – Guber­nur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bakal menerapkan lima level kewaspadaan berdasar­kan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pencegahan virus corona tingkat provinsi.

Berdasarkan hasil evaluasi PSBB, hingga kini tidak dite­mukan lagi pergerakan atau penyebaran kasus virus co­rona di 63 persen wilayah Jabar. Kemudian ada sekitar 20 persen wilayah yang tidak terdapat pemudik dan wi­layah itu tidak ada pergerakan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Penga­wasan (PDP) dan lain-lain.

”Sehingga 20 persen ini per­lakuannya tidak bisa disama­kan dengan mereka yang perlu diwaspadai,” kata Emil.

Mantan wali Kota Bandung itu juga menegaskan meskipun PSBB disesuaikan dengan kondisi masing-masing dae­rah, Pemprov Jabar tidak akan menurunkan level pengawa­san, termasuk jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H atau Lebaran 2020 yang akan dilakukan sesuai zona atau level kewas­padaan di daerah masing-masing.

Rinciannya, Jabar akan me­miliki lima level kewaspa­daan, yaitu Level V atau zona hitam (kritis), Level IV atau zona merah (berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level III atau zona kuning (cukup berat), Level II atau zona biru (moderat) menunjukkan wi­layah yang perlu melaksana­kan physical distancing, dan Level I atau zona hijau (rendah) yakni kondisi normal.

Ia pun merekomendasikan kepada kabupaten/kota yang masih berada di Level IV atau zona merah untuk tetap mela­kukan PSBB secara penuh. Namun kepada kabupaten/kota yang sudah termasuk zona kuning dan biru bisa melakukan PSBB parsial.

”Hampir semua yang nama­nya kota (di Jabar, red) itu masuk yang level merah. Ke­cuali Kota Bandung, sudah masuk kategori level kuning atau Level III dari lima level itu. Tapi kepada zona kuning dan biru, kami merekomen­dasi pilihan melakukan PSBB parsial,” ungkapnya.

”Kepada mereka yang ter­masuk level biru, maka kebi­jakan bisa lebih longgar, dengan tetap menjauhi kerumunan dan ada protokol kesehatan. Tapi kegiatan sudah bisa 100 persen. Kalau dia masih level merah seperti sekarang, itu kegiatan ekonomi atau apa pun (dibatasi, red), hanya 30 persen,” ujar Emil.

Emil juga meminta kepala daerah untuk tetap mewas­padai potensi terdapat Orang Tanpa Gejala (OTG) dari para pemudik. Ada kemun­gkinan Jabar kedatangan 300 ribu pemudik yang bisa me­rusak tren positif penanganan Covid-19.

”Jika tren positif ini digagal­kan oleh datangnya potensi-potensi OTG atau pemudik yang jumlahnya diperkirakan ada sekitar 300 ribu, itu akan mengganggu tren menggem­birakan yang ada di Jabar,” tuturnya.

Pemprov Jabar sendiri me­nyatakan bakal melanjutkan PSBB tingkat provinsi secara proporsional dan parsial. Hal itu berdasarkan hasil evalu­asi PSBB provinsi yang bakal berakhir pada Rabu (19/5) mendatang.

Paparan evaluasi PSBB pro­vinsi ini dilakukan Ridwan Kamil bersama 27 bupati/wali kota melalui virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (17/5) lalu. Evaluasi dilakukan berdasar­kan kajian oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar. ”Hasil eva­luasi ilmiah ini menjadi dasar keputusan bupati/wali kota semua apakah akan melanjut­kan PSBB di level kabupaten/kota masing-masing atau ada penyesuaian-penyesuaian,” tandasnya. (cn/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *