Kamar Dagang Berbagai Negara Puji Pemprov Jabar

by -

METROPOLITAN – Kamar dagang (chamber of com­merce) dari berbagai negara mengapresiasi upaya Pemerin­tah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam me­nanggulangi dan mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan sejumlah upaya Pemprov Jabar dalam menang­gulangi Covid-19 dalam webmi­nar series yang digelar oleh British Chamber of Commerce in Indonesia (BrithCham) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin petang (18/5).

“Mereka mengapresiasi tadi. Pertama, transparansi dari Jawa Barat. Kemudian menga­presiasi masifnya tes yang dilakukan untuk melokasi Covid-19, kemudian menga­presiasi kita melakukan na­manya mikro manajemen,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Peserta dalam webminar yang mengangkat tema ’Our Co­vid-19 Story: West Java Chal­lenges, Wins, Collaborations, Opportunities’ itu mencapai 300. Mereka berasal dari kamar dagang sejumlah negara di dunia, seperti American Cham­ber of Commerce Indonesia (AmCham), Australia Mining, Infrastructure, Energy & Re­sources Chamber (Ausmin­Cham); Danish-Indonesia Business Chamber (Dancham); Dutch Business Network; dan European Business Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham).

Selain itu, Japan External Trade Organization, Korean Chamber of Commerce in In­donesia (KoCham), The Philip­pine Business Club Indonesia (PBCI), Singapore Chamber of Commerce and Industry (SCCI), Swiss-Indonesia Cham­ber of Commerce (SwissCham), dan US-Asean Business Coun­cil (US-ABC), ikut dalam webminar tersebut.

Menurut Emil, komunitas kamar dagang tersebut berko­mitmen memberikan bantuan kepada Jabar terkait penyedi­aan alat kesehatan, seperti alat tes Covid-19, bantuan sosial, dan ilmu pengetahuan.

“Tadi ada lima pintu ban­tuan yang akan mereka laku­kan, mulai alat kesehatan, alat tes, kemudian bantuan sosial juga akan diupayakan, dan terakhir bantuan ilmu statistik atau ilmu perkiraan tentang Covid-19,” katanya.

Dalam webminar tersebut, Emil memaparkan keberha­silan Jabar menekan kasus Covid-19 setelah pemberla­kuan Pembatasan Sosial Ber­skala Besar (PSBB) tingkat provinsi. Mayoritas adalah lembaga ekonomi dari belasan negara, menanyakan kapan ekonomi bisa berjalan normal.

”Saya bagi dua keyakinan, bahwa strategi Jawa Barat mem­buahkan hasil selama PSBB dari mulai (PSBB) Bodebek sampai provinsi. Kasus menu­run 50 persen, pasien yang sembuh meningkat dan pasien di rumah sakit berkurang, ke­mudian angka reproduksi (ka­sus) juga menurun,” katanya.

Emil optimistis, kalau bisa menjaga angka reproduksi menurun selama 14 hari ma­ka ekonomi bisa berjalan, yaitu dengan menggeser status. ”Status sekarang di level empat, yaitu 30 persen kegiatan eko­nomi. Kalau statusnya kuning, berarti sudah naik 60 persen kegiatan ekonomi, kalau di statusnya biru atau hijau ma­ka kegiatan bisa 100 persen ekonomi,” paparnya.

Menurut Ketua British Cham­ber of Commerce in Indonesia (Kamar Dagang Inggris di In­donesia), Ainsley, penanggu­langan Covid-19 di Jabar dini­lai komprehensif. Terutama lima strategi Jabar dalam penanggulangan, yakni proak­tif, transparansi, menggunakan pendekatan ilmiah, inovatif dan kolaborasi. (re/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *