Katar Parung Bantu Sosialisasikan Bansos

by -

METROPOLITAN – Terbatasnya kuota penerima bantuan sosial (bansos) di masa pandemi Covid-19, membuat pemerintah desa (pemdes) hingga RT kelimpungan.

Atas dasar itu, pemuda Karang Taruna (Katar) Kecamatan Parung turut serta dalam sosialisasi dan penyaluran tersebut. ”Masyarakat harus diberikan pemahaman agar tidak terjadi salah paham hingga berbuntut konflik,” terang Ketua Katar Desa Cogreg, Ikhsan Saepul Munir, kemarin.

Kuota bantuan terbatas dari pemerintah ini, sambung Saepul, banyak menuai persoalan. Tidak hanya pada skala desa, tapi juga nasional. Antarte­tangga ribut bahkan tak sedikit yang mengambinghi­tamkan perangkat desa, RW dan RT. ”Karena itu, selain penyaluran kami juga mengedukasi persuasif,” katanya.

Konflik yang terjadi, tambah Saepul, umumnya dilatarbelakangi kebutuhan, keterdesakan serta kurangnya pemahaman mengenai mekanisme, prosedur serta fakta rill kemampuan pemerintah dalam penentuan kuota bantuan. ”Jika sudah ada kekeliruan dalam pendataan, itu sangat merugikan masyarakat. Tinggal bagaimana itu tidak menuai konflik yang membuat kondisi semakin parah. Itulah yang saat ini kami lakukan,” ujarnya.

Setelah mendapat penjelasan, akhirnya beberapa warga yang menerima bantuan namun sudah mapan, dengan ikhlas menyerahkan bantuan itu pada yang lebih berhak. ”Alhamdulillah ada saja yang menerima bantuan namun menyerahkan bantuan itu pada tetangganya yang lebih membutu­hkan,” katanya.

Di tempat berbeda, Ketua RW 07, Desa Cogreg, Niman, mengaku berterima kasih kepada pemuda Katar. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dan meringankan kinerja RW dan RT di lingkungan. ”Alhamdulillah, semoga amal yang dilakukan dibalas Allah berlipat ganda,” pungkasnya. (khr/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *