Kemenkop Bantu UMKM lewati Masa Pandemi Corona

by -

Kementerian Koperasi dan UKM membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dengan prinsip transparan, akuntabel, demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air.

JUMLAH populasi UMKM di Indonesia sekitar 64 juta, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commer­ce, warung tradisional, kope­rasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lain, baik online mau­pun offline, untuk memajukan UMKM. ”Khusus dalam ko­laborasi dengan platform e-commerce, menggunakan skema non-APBN,” ujar Teten.

Menurutnya, saat ini pi­haknya berkonsentrasi penuh membantu koperasi dan UMKM untuk melewati masa-masa pandemi Covid-19.

Sejumlah laporan menunjuk­kan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tum­buh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online.

”Platform online ini sekali­gus membantu masyarakat luas untuk menerapkan phy­sical distancing, sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga ber­langsungnya aktivitas eko­nomi,” tutur Teten.

Hingga kini terdapat 5 plat­form e-commerce yang telah bekerja sama dengan Ke­menkop UKM dalam men­dukung UMKM Indonesia. Blibli, Tokopedia, Shopee, Lazada dan Bukalapak, ber­sama kementerian ikut mem­bina dan memberdayakan warung dengan sentuhan teknologi digital.

Upaya itu juga sejalan dengan gerakan #BanggaBuatanIn­donesia yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Makin banyaknya produk UMKM yang masuk ke dalam platform e-commer­ce merupakan bentuk do­rongan terhadap masuknya UMKM ke ekonomi digital.

Laporan McKinsey (2018) mencatat sedikitnya empat keuntungan yang dihasilkan dari ekonomi digital, yaitu keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan, pen­ciptaan lapangan kerja, khu­susnya bagi UMKM, keun­tungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25 persen dari harga ritel, dan kesetaraan sosial (social equa­lity), yaitu kesempatan pe­rempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce.

Saat ini, menurut teten, se­banyak 87 persen UMKM masih tertinggal dalam digi­tal (online). Pihaknya mem­buka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama mem­bantu UMKM bertahan di tengah Covid-19 dan melaju setelahnya. ”Kementerian Koperasi dan UKM selalu ter­buka dengan kritik, catatan, ataupun masukan konstruk­tif dari siapa pun,” kata Teten. (jpg/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *