Kota Bogor Belum Aman, Bagaimana Keputusan Salat Ied?

by -

METROPOLITAN.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikabarkan akan mengumumkan daerah mana saja yang bisa melaksanakan Salat Idul Fitri atau Salat Ied secara berjamaah.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada Rabu (13/5).

“Ya Fatwa MUI kan dua. Daerah yang masih darurat itu fatwanya Salat Idul Fitri di rumah. Daerah yang memang terkendali memang ada peluang syariatnya untuk melaksanakan di luar tapi berjarak,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Emil melanjutkan, salat berjamaah atau pelonggaran diberikan bagi daerah yang masuk level 2, yaitu kegiatan kembali 100 persen tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Nah di manakah yang boleh dan tidak? Itu nanti diputuskan pekan depan. Bisa saja menurut evaluasi, enggak bisa nih semua level empat masih, maka Idul Fitri 100 persen di rumah ya. Atau ada yang turun ke level tiga, kalau level tiga juga belum boleh ya kegiatan yang kerumunan,” ucapnya.

Lalau bagaimana dengan di Kota Bogor?

Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengaku sempat membahas terkait kemungkinan digelarnya Salat Ied berjamaah di Kota Bogor dengan Forkopimda.

Namun, Pemkot Bogor masih belum mengusulkan ke Jawa Barat terkait permintaan izin menggelar Salat Ied berjamaah.

Musababnya, jika dilihat dari angka penyebaran virus corona di Kota Bogor, sampai saat ini masih ada penambahan kasus positif dan sudah tembus 100 orang.

“Ini yang selalu kita minta pada masyarakat, kalau masyarakat patuh, sabar, coba kita konsentrasi bagaimana kita menurunkan tingkat penyeberan covid, maka kita bisa merayakan hari lebaran bersama-sama,” kata Dedie, Minggu (17/5).

Menurutnya, saat ini Kota Bogor masih dalam posisi yang belum aman. Sehingga untuk pengajuan terkait Salat Ied berjamaah masih akan menunggu hasil dari Jawa Barat dulu.

“Tentu sampai dengan saat ini belum ada perubahan surat bersama Forkopimda, MUI dan FKUB. Tetapi kemarin juga diusulkan apabila ada perubahan misalnya, apakah ada aturan atau keputusan khusus Salat Ied, akan dibuat keputusan bersama. Jadi kita tunggu saja sampai ada perubahan,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Umum MUI Kota Bogor, Ade Sarmili mengungkapkan, MUI Kota Bogor masih menunggu keputusan dari pusat terkait pelaksanaan Salat Ied.

“Jadi kami menunggu dari pusat saja. Kalau sudah ada sinyal perubahan maka kita ubah. Kalau belum ya ikuti yang ada, yaitu ibadah di rumah,” tandasnya. (dil/b/fin))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *