Kota Bogor Siap-siap Terapkan New Normal

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi mengumumkan kebijakan baru soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga yang selesai pada Selasa (26/5). Pemkot Bogor pun bakal memberlakukan PSBB Transisi hingga 4 Juni mendatang.

”Pemkot Bogor sudah melaksanakan FGD, meminta masukan dari semua kalangan dari berbagai elemen di Kota Bogor untuk rumusan pasca-PSBB ke depan. Pemkot juga sudah me­nerima hasil kajian dari pakar epi­demiologi dari Universitas Indonesia yang disampaikan kepada kami,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Meski tren Covid-19 di Kota Bogor terbilang menurun dan cenderung dapat dikendalikan, hal tersebut takkan dijadikan alasan bagi Pemkot Bogor untuk mengendurkan pen­cegahan dan pengendalian. Terlebih saat ini Pemkot Bo­gor dihadapkan dengan tan­tangan arus balik Idul Fitri.

Bima menjelaskan pember­lakuan PSBB Transisi hingga 4 Juni nanti atas dasar re­komendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), mengingat kondisi Kota Bogor berdekatan dengan DKI Jakarta.

”Ini menyesuaikan masa akhir PSBB di Jakarta karena Bogor tidak bisa lepas dari Jakarta. Karena itu kita mesti seirama dengan Jakarta dan sekitarnya. Kami juga diberi­kan ruang oleh gubernur Jabar untuk memutuskan dengan pertimbangan jarak yang ber­dekatan dengan Jakarta. Jadi walaupun akhir PSBB Jabar pada 29 Mei, karena kedeka­tan jarak dengan Jakarta maka fase tatanan baru Kota Bogor akan berlangsung pada 4 Juni nanti,” ucapnya.

Secara umum, PSBB Transi­si ini berbeda dengan PSBB sebelumnya. Ada beberapa penyesuaian dan adaptasi yang akan diberlakukan pada PSBB Transisi ini. Pada prin­sipnya protokol kesehatan dan pengawasan wilayah keluar-masuk orang akan diperketat.

Dalam masa PSBB Transisi ini, Bima Arya akan menyi­apkan Peraturan Wali Kota (Perwali) baru untuk mene­rapkan new normal di Kota Bogor nanti. ”Jadi kami sudah berkoordinasi dengan guber­nur Jabar, dan akhirnya memu­tuskan untuk memperpanjang PSBB sampai 4 Juni, mengik­uti DKI Jakarta. Karena kami terintregasi,” paparnya.

Ia juga menyebut terdapat beberapa poin penting yang ditekankan atau penyesuaian yang dilakukan. Di antaranya dibukanya kembali masjid dan rumah ibadah yang se­kaligus dijadikan tempat so­sialisasi penanganan Covid-19 dan lumbung pangan.

Bima juga menekankan ba­hwa pengetatan dalam penanganan Covid-19 akan ditingkatkan, dengan menam­bah keterlibatan aparatur di wilayah untuk menekan per­gerakan masyarakat yang datang ataupun keluar Kota Bogor.

”Kami juga akan memberi­kan izin kepada toko non­pangan dan pasar serta resto­ran untuk bisa beroperasi dengan sejumlah persyaratan. Di antaranya diberlakukannya protokol kesehatan secara ketat dan pembatasan jumlah pengunjung,” jelas Bima.

Bima mengatakan, selama masa PSBB Transisi diberla­kukan, pihaknya akan meng­instruksikan seluruh instan­si terkait untuk bersama-sama merumuskan kebijakan anyar yang nantinya akan diterapkan pada fase tatanan baru pada 4 Juni mendatang.

”Pada fase ini, Pemkot Bogor bersama seluruh stakeholder dan seluruh elemen yang ada di Kota Bogor akan merumus­kan secara detail dan rinci bagaimana aturan di masa tatanan baru pada 4 Juni nanti, baik itu seputaran eko­nomi, pendidikan, keaga­maan hingga perketatan ruang terbuka publik dan lainnya,” paparnya.

Terpisah, Kabag Hukum dan HAM pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Alma Wi­ranta mengaku dalam waktu tiga hari ke depan pihaknya akan terus menggodok pem­buatan regulasi new normal untuk tingkat Kota Bogor.

Namun, sambungnya, yang pasti dalam penerapannya nanti tidak serta-merta semua sektor akan dibuka secara ber­samaan, namun secara berta­hap. ”Jadi nanti misalnya mal dulu yang dibuka, lalu sekolah menyusul. Perusahaan-peru­sahaan lain menyusul. Berta­hap lah,” ungkapnya.

Dalam sisi regulasi sendiri, Alma menerangkan nantinya akan ada pengetatan penga­wasan penyebaran corona. Yakni setiap masyarakat yang ingin belanja ke mal harus melalui screening yang ketat oleh petugas medis. Bila perlu dilakukan rapid test.

”Jadi nanti akan diimbangi juga dengan pelaksanaan ra­pid test dan swab test secara massal. Paling cepat awal Juni sudah kita berlakukan new normal,” pungkasnya. (dil/ogi/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *